Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengajak masyarakat untuk senantiasa bangga menggunakan produk buatan Indonesia, agar menjadi tuan rumah di negara sendiri.
Langkah tersebut sebagai dukungan Pupuk Kaltim terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Timur, yang dilaunching Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Abdul Halim Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, di Convention Hall Samarinda.
Pupuk Kaltim bersama mitra binaan Perusahaan, turut meramaikan kegiatan yang dikemas melalui expo bertajuk “Go Borneo” tersebut, dengan menampilkan berbagai produk unggulan perusahaan dan UMKM binaan, seperti kerajinan tangan khas Kaltim, tas, hingga batik tulis.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, mengungkapkan kebanggaan akan produk buatan Indonesia sudah sepatutnya digaungkan, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap hasil karya pelaku usaha dalam negeri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi akibat terimbas pandemi Covid-19.
Dikatakannya, produk UMKM khususnya Kaltim, memiliki kualitas sangat baik dengan daya saing tinggi, yang bisa dilihat dari kontribusinya terhadap aktivitas ekspor yang terus meningkat setiap tahun.
Bahkan di Triwulan pertama 2021, produk UMKM Kaltim mampu menembus ekspor ke 10 negara dengan nilai mencapai USD2 Juta atau Rp28 Miliar. Hal ini menjadi bukti eksistensi produk lokal mampu bersaing dan tidak kalah dari produk luar, sehingga berdampak terhadap peningkatan devisa negara.
“Sudah sepatutnya kita bangga dengan produk Indonesia, karena selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga sebagai wujud kecintaan kita terhadap produk buatan anak negeri,” ujar Rahmad ditulis Senin (18/10/2021).
Semangat Gernas BBI Kaltim juga selaras dengan misi Pupuk Kaltim untuk mendorong sektor UMKM terus tumbuh dan berkembang, dengan melakukan pembinaan berkesinambungan di segala bidang.
Mulai dari permodalan, pendampingan dan promosi, penguatan kapasitas kelompok, serta Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).
Baca Juga: Program Makmur Pupuk Kaltim Dorong Produktivitas Pertanian Hingga 145 Persen
Tercatat hingga saat ini, Pupuk Kaltim telah membina lebih dari 28.000 UMKM di Bontang dan Kaltim pada berbagai sektor. Beberapa mitra binaan tengah bersiap untuk menjajaki pasar ekspor, merespon tingginya peluang pemasaran berdasarkan jumlah permintaan luar negeri, selain pasar regional dan ritel.
Pupuk Kaltim juga meningkatkan peluang UMKM untuk Go Digital, dengan menyediakan sarana promosi dan penjualan melalui aplikasi "Mitros", yang dihadirkan Perusahaan untuk menjangkau pasar UMKM agar lebih luas melalui adopsi teknologi secara berkelanjutan.
Kehadiran Mitros sebagai upaya membangkitkan gairah UMKM di tengah tantangan pandemi, karena platform digital tersebut tak hanya dikhususkan bagi mitra binaan Perusahaan saja, tapi juga seluruh pelaku UMKM lokal di Kota Bontang.
“Sejalan dengan semangat Go Borneo pada pencanangan Gernas BBI Kaltim, Pupuk Kaltim akan terus berupaya meningkatkan geliat UMKM untuk memperluas peluang pasar sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri,” tambah Rahmad.
Mendes PDTT RI Abdul Halim Iskandar, menjelaskan Gernas BBI telah banyak menstimulasi dan menginspirasi usaha lokal, kecil dan menengah, termasuk BUMDesa untuk terus tumbuh dan berkembang. Gernas BBI berhasil meningkatkan lebih dari 3,8 juta UMKM dan BUMDesa ke platfom digital, sehingga memiliki cakupan pemasaran yang luas.
Tema Go Borneo ditujukan untuk membangkitkan semangat mengenalkan, mengembangkan, memajukan dan memperluas pemasaran produk UMKM dan BUMDesa di Kalimantan Timur, terutama dengan memanfaatkan platform pemasaran digital dalam merespon perkembangan teknologi, peluang serta kebiasaan beli masyarakat saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Fitch Ratings Soroti MBG, Airlangga: Itu Investasi Menguntungkan
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Chandra Asri Group Nyatakan Force Majeure
-
Emiten BUMI Bangkit, Investor Serok Saham di Tengah Teka-teki Hilangnya Chengdong
-
SMF Bakal Ajukan PMN Rp5,39 Triliun untuk Pembiayaan FLPP 2026
-
Emas Antam Mulai Perlahan Naik Lagi, Harganya Kini Rp 3.049.000/Gram
-
Antam Borong 6 Ton Emas per Tahun dari Anak Usaha Merdeka Group
-
Perancis dan Spanyol 'Lawan AS', Tidak Takut Ancaman Embargo Dagang Trump
-
Hormuz Terblokade: Harga Minyak Brent Melonjak ke 83 Dolar AS
-
Sasar Momentum THR, Sarinah Tebar Diskon hingga 50%
-
Bursa Kripto CFX Manjakan PAKD dengan Layanan Rekonsiliasi Transaksi yang Kian Fleksibel