Suara.com - President University mendapat dukungan nyata Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, dalam bentuk Matching-Fund untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis dengan pihak Industri.
President University bekerja sama dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Lesung, dan PATA (Pacific Asia Tourism Association) Indonesia, dalam menangani kegiatan Akselerasi dan Komersialisasi Kampung Wisata Cikadu di Kawasan Penyangga (Buffer Zone) KEK Tanjung Lesung.
KEK Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas yang ditetapkan Pemerintah untuk dikembangkan, dan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Dengan kedua penetapan tersebut, kawasan Tanjung Lesung direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten bagian selatan. KSPN Tanjung Lesung, berada di Kampung Cikadu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang yang berjarak sekitar 180 km dari Jakarta.
"Sangat bangga bisa berkolaborasi professional dengan team President University, untuk memajukan pariwisata Kampung Cikadu, sehingga Agus Canny, mengajak dukungan dari ASITA (The Association of Indonesia Travel Agents), dan WTD (World Tourism Day) Indonesia agar menjadi bagian, dari sukses program yang digagas oleh President University," kata Executive Director PATA Indonesia, Agus Canny dalam keterangannya, Selasa (19/10/2021).
Kick-off dimulainya kegiatan Akselerasi dan Komersialisasi Kampung Wisata Cikadu, dibuka oleh Dr. Adhi Setyo Santoso, Direkur President University Research Center, melibatkan 6 Program studi, yaitu Administrasi Bisnis, Accounting, Manajemen, IT, Disain Komunikasi Visual, Teknik Lingkungan.
Perjalanan 4 jam dari Kampus President University, di Cikarang menuju KEK Tanjung Lesung, dengan Bus President University, Rendika Nugraha, MBA, Direktur Setsail BizAccel, langsung pimpin delegasi melakukan kunjungan ke Kampung Wisata Cikadu, di Kawasan penyangga (buffer zone) KEK Tanjung Lesung, dibantu oleh Felix Goenadhi, S. Psi., M. Par, Dosen Program Studi BA, dan Danang Adi Wiratama, M.Ds., Dosen Prodi DKV dalam Pemetaan masalah pada kelompok pengrajin dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) pada era adapatasi baru, paska pandemi COVID-19.
Menurut Michael Rino, SE, MBA selaku Project Officer, menerapkan kegiatan dengan metode Hybrid, kunjungan langsung (off-line) ke lapangan dan via online, dalam pemetaan masalah pada kelompok pengrajin dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kampung Cikadu.
"Pemetaan masalah pada kelompok pengrajin dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dilakukan dengan alasan untuk mendukung program Inkubasi dan Akselerasi, Desa Wisata di Kawasan Penyangga (buffer-zone) Tanjung Lesung, dan dalam rangka melaksanakan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)" pungkasnya.
Baca Juga: Pemulihan Industri Pariwisata Dimulai, Perjalanan Domestik Diprediksi Meningkat
Pemetaan masalah UKM ini dilakukan dengan mengambil data primer melalui FGD (Focus Group Discussion) dan In-Depth Interview dengan para pengrajin dan kelompok UKM terkait kendala dan permasalahan yang dialami, serta data dari pemerintah Desa Kecamatan Panimbang, dan Desa Tanjung Jaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS