Suara.com - Pakar dari Center of Industry, Trade, and Investment Indef, Dzulfian Syafrian menduga, pelarangan ekspor nikel yang dilakukan pemerintah bertujuan menarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Hal ini karena Indonesia memiliki bahan baku yang luar biasa besar. Sehingga, pertambangan nikel bisa dilakukan sekaligus pengembangan hingga produksi bisa dilakukan di Indonesia.
"Di sisi lain, ada kebijakan hilirasasi produk minerba agar tidak mengekspor ke luar negeri. Itu yang harus diubah industrialisasi hilirisasi, daripada keruk lalu dikirim, mending ditambahkan nilai tambah di Indonesia," katanya dalam webinar Evaluasi 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi di Bidang Industri, Investasi, dan Perdagangan, Minggu (24/10/2021).
Lebih jauh, menurutnya keberuntungan Indonesia karena memang didukung dengan sumber daya nikel yang melimpah.
Sehingga, kebijakan pelarangan ekspor nikel harus didukung dengan pembangunan pabrik dalam negeri agar berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Selain itu, pabrik dalam negeri yang dikelola investor asing juga perlu menjadi rantai pasok dengan pabrik luar negeri agar memiliki sasaran ekspor yang jelas.
Mengutip dari Warta Ekonomi --jaringan Suara.com, menurut Dzulfian, pemerintah tengah menyiapkan strategi besar di Kementerian Investasi.
Dimana sebelumnya masih berorientasi pada ekspor komoditas mentah, saat ini tengah melakukan upaya agar komoditas mentah dapat diproses di dalam negeri.
"Karena itu, pemerintah perlu mengisi kekosongan rantai pasok tersebut dengan menyediakan kelengkapan dari hulu hingga ke hilir," pungkasnya.
Baca Juga: Ekspor Ampas Sawit Asal Sumut ke Pasar Internasional Meningkat
Berita Terkait
-
Resmi! Jokowi Lantik Fadjroel Rachman hingga Rosan Roeslani jadi Dubes LBBP RI
-
Kian Panas! Demokrat Balas Sindir PDIP: Era Jokowi KPK Makin Kuat Atau Tidak?
-
Jokowi Saksikan Sumpah Jabatan Kepala PPATK
-
Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan Sembilan Duta Besar Negara Sahabat
-
Polemik Pinjol Ilegal, Rocky Gerung Sindir Jokowi
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week