Suara.com - Generasi milenial adalah kader yang akan memimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Merekalah yang diharapkan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing.
Melihat pentingnya hal tersebut, Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan Webinar bertajuk “How Millennial Leaders Will Change Indonesia”, secara virtual, Rabu (10/11/2021).
Kegiatan yang dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ketua Dewas dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan ini diisi oleh beberapa pemateri antara lain Arif Satria Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Mudrajad Kuncoro Rektor Universitas Trilogi, Bayu Prawira Hie Executive Director Intellectual Business Community, Arvan Pradiansyah Motivator Nasional, serta mewakili kaum Milenial Diera Bachir seorang profesional photographer dan Arfian Fuadi pendiri Dtech-Engineering.
Mudrajad Kuncoro dalam materi yang disampaikan mengatakan, tantangan kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia saat ini adalah mayoritas SDM berpendidikan SD, SMP, SMA/ SMK yakni sebanyak 87%, sedangkan yang berpendidikan diploma atau sarjana hanya sebanyak 13%. Ini menggambarkan tenaga kerja Indonesia, mayoritas masih dalam kategori tidak terampil.
Namun menurutnya, saat ini sudah banyak kaum milenial yang bisa dijadikan contoh dan inspirasi sebagai pemimpin, antara lain banyaknya pebisnis sukses yang masih berusia muda, atau adanya sosok milenial di balik suksesnya perusahaan-perusahaan besar seperti Gojek, Tiketcom dan Traveloka.
“Kunci sukses yang pertama adalah keberanian, berani memulai bisnis dan berani mengambil risiko. Kunci sukses yang kedua adalah kemampuan membuat konsep bisnis yang matang, kreatif dan inovatif,” jelas Mudrajad.
Melihat dari sudut pandang yang lain, Arif Satria mengatakan, perubahan zaman tidak selalu tentang manusianya saja, namun juga mengharuskan dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan kecepatan dan fenomena yang ada. Universitas tidak lagi hanya sebagai forum untuk transfer ilmu namun dapat menjadi wadah inspirasi kaum milenial menciptakan produk dan inovasi baru.
“Pengetahuan tidak terbatas pada tembok lembaga pendidikan saja, tetapi tersedia pada alam semesta. Pilihan akan skenario learning agility harus menjadi platform dari seluruh universitas di Indonesia untuk menciptakan perubahan kolektif menuju Indonesia maju, serta seberapa engage pada dunia industri,” jelasnya.
Mengutip Abraham Lincoln, Arif mengatakan, seorang milenial yang ingin menciptakan masa depan, mereka harus memulainya dengan merencanakan akan masa depan tersebut.
Baca Juga: HUT ke-44, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Lomba Foto Berhadiah Total Rp105 Juta
Webinar Dewas Menyapa Indonesia ini digagas dan dibawakan langsung Dewas BPJS Ketenagakerjaan M Aditya Warman, serta Subchan Gatot dan M Iman Pinuji sebagai pemateri.
Selanjutnya, berbicara mewakili kaum milenial, Arfian Fuadi seorang founder startup asal Salatiga, Jawa Tengah, bernama DTECH Engineering, Ia dan timnya telah mengerjakan desain untuk ratusan project dari perusahaan kelas dunia, sebut saja untuk desain ultra light aircraft, jembatan, chasis mobil, jet engine bracket design, dan jet engine inspection design. Uniknya seorang Arfian Fuadi merupakan lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuaraan).
Walaupun hanya seorang lulusan SMK, dirinya memiliki tekad yang tinggi untuk dapat menguasai pasar global melalui produk-produk yang diciptakannya.
“Untuk membangun sebuah produk, saya biasanya membaca lebih dari 100-an jurnal ilmiah” terang Arfian yang saat ini sudah menciptakan lebih dari 300 produk dan diekspor hampir ke seluruh negara.
Ia menambahkan, sbg milenial harus punya tujuan kuat yakni berusaha sebaik mungkin untuk dapat bermanfaat bagi semesta alam. “Niat baik, komitmen dan konsisten, tidak akan mengenal yang namanya kegagalan, adanya belum berhasil,” tutup Arfian.
Berita Terkait
-
Kemendagri Ingatkan Pemda, Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Masuk APBD 2022
-
Aturan Teknis Sudah Lengkap, BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Sosialisasi Program JKP
-
Menko PMK Minta Pemda Wajib Optimalkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
-
Sebanyak 2.000 Relawan dan Pekerja Rentan Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari IFG
-
BPJamsostek Tanamkan Kesadaran Jaminan Ketenagakerjaan Lewat Ajang Kontes Kecantikan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez