Suara.com - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, melanjutkan penurunan dari pekan sebelumnya.
Pelemahan ini dikarenakan dolar menguat dan sentimen risiko pulih dengan pasar menimbang seberapa parah dampak ekonomi dari varian baru virus corona yakni omicron.
Mengutip CNBC, Selasa (30/11/2021) harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD1.784,80 per ounce. Pekan lalu, emas spot ditutup anjlok 2,9 persen penurunan mingguan terbesar sejak Juni.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat menetap 0,2 persen lebih rendah menjadi USD1.782,30 per ounce.
Suasana tenang kembali ke pasar dunia setelah aksi jual pekan lalu yang dipicu penemuan varian baru tersebut, yang mendorong beberapa negara untuk memperketat kontrol perbatasan.
Dengan investor yang mencoba mencerna berita tentang varian Covid-19 yang baru itu, "kenyataan situasinya, dengan ekuitas yang bangkit kembali saat ini dan emas mendatar, adalah orang-orang menuju aset berisiko," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi, yang mengangkat opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil itu, telah membebani emas, dan pasar melacak garis waktu Federal Reserve untuk memperketat kebijakan.
Kemungkinan menimbulkan hambatan tambahan bagi emas, dolar menguat, membuat logam kuning itu lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sementara imbal hasil US Treasury naik.
Sementara Harga logam lainnya, perak di pasar spot merosot 1,3 persen menjadi USD22,84 per ounce. Di antara logam autocatalyst, platinum melesat 1,2 persen menjadi USD965 per ounce dan paladium melambung 2,7 persen menjadi USD1.795,69 per ounce.
Baca Juga: Varian Omicron Ancam Pemulihan Ekonomi Amerika Serikat
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja