Suara.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyambut langkah PT HM Sampoerna Tbk yang membangun pabrik batang tembakau bebas asap yang berorientasi ekspor dengan nilai investasi 166,1 juta dolar AS.
“Investasi ini merupakan contoh nyata dari kepercayaan sektor swasta terhadap iklim investasi di negara kita. Ke depannya, kami berharap semakin banyak perusahaan yang memperluas portofolio investasinya di Indonesia,” kata Bahlil, terkait siaran pers HM Sampoerna, mengenai pembangunan pabrik senilai 166,1 juta dolar AS untuk produksi batang tembakau IQOS di Karawang, Jawa Barat, Rabu (1/12/2021).
“Melalui investasi ini, kami berharap Sampoerna dapat menjadi salah satu motor penggerak penerapan teknologi dan inovasi demi keberlanjutan industri produk tembakau nasional. Hal ini sejalan dengan upaya-upaya pemulihan ekonomi dan inisiatif pemerintah menjalankan peta jalan Making Indonesia 4.0,”sambung dia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang turut hadir dalam realisasi investasi Sampoerna menyebut, kolaborasi pemerintah dalam lini usaha meningkatkan ketahanan dan pemulihan ekonomi.
PT HM Sampoerna Tbk, yang merupakan afiliasi dari Philip Morris International (PMI) pada Rabu (30/11) mengumumkan realisasi investasi sekitar 166,1 juta dolar AS untuk pembangunan fasilitas produksi batang tembakau bebas asap IQOS dengan merek HEETS, di Karawang, Jawa Barat, Indonesia.
“Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan Sampoerna dan induk perusahaan kami, PMI (Philip Morris International), atas iklim investasi Indonesia dan upaya nyata kami untuk menjadi bagian dari pemulihan perekonomian nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia,” kata Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis.
Sampoerna mengklaim IQOS merupakan produk tembakau inovatif bebas asap tanpa pembakaran sehingga mengurangi paparan zat berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90 - 95 persen dibandingkan asap rokok.
Kegiatan produksi dari pabrik tersebut dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV-2022. Hasil produksi akan ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik.
Mindaugas mengatakan Sampoerna berkomitmen untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang di Indonesia dengan mengedepankan inovasi, penelitian ilmiah, dan teknologi.
Baca Juga: Bahlil Colek Sri Mulyani Supaya Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai
Fasilitas produksi tersebut akan menjadi fasilitas produksi ketujuh PMI secara global, dan kedua di Asia, serta merupakan perluasan dari fasilitas produksi Sampoerna yang berlokasi di Karawang.
“Memanfaatkan inovasi, penelitian, dan adaptasi teknologi dalam manufaktur batang tembakau untuk IQOS, Sampoerna akan berperan aktif mendorong transformasi industri tembakau nasional dengan tetap melibatkan petani tembakau dan peritel sebagai bagian dari mata rantai industri. Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintah untuk terus meningkatkan daya saing sektor manufaktur tanah air di kancah global melalui peta jalan Making Indonesia 4.0,” kata Mindaugas.
Mindaugas berharap realisasi investasi ini juga dapat meningkatkan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) melalui penciptaan nilai tambah, serapan daun tembakau dari petani lokal, membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja berketerampilan tinggi, dan semakin meningkatkan kepercayaan para investor terhadap iklim investasi di Indonesia.
“Pembukaan pabrik produk batang tembakau untuk IQOS dengan merek HEETS di Karawang merupakan salah satu pencapaian bersejarah dalam komitmen PMI untuk mewujudkan visi masa depan bebas asap, khususnya konsumen dewasa di kawasan Asia yang memilih untuk terus menikmati produk tembakau,” kata dia.
Di Indonesia, Sampoerna telah melakukan uji pasar IQOS secara terbatas sejak Maret 2019 untuk mempelajari potensi pasar dan respon perokok dewasa terhadap produk bebas asap rokok. Saat ini, IQOS dan batang tembakau dengan merek HEETS tersedia di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan.
Berita Terkait
-
Sampoerna Siapkan Dana Rp2,37 Triliun Untuk Bangun Pabrik Rokok Elektrik
-
Bahlil Minta Industri Migas Gandeng Pengusaha Lokal, Jangan Semua Kontraktor dari Jakarta
-
Bahlil Naikkan Target Investasi Industri Hulu Migas Jadi 16 Miliar Dolar AS
-
Industri dan Asosiasi Sepakat Vape Tidak Boleh untuk Konsumen di Bawah Umur
-
Bahlil Colek Sri Mulyani Supaya Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia
-
Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu
-
Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap
-
Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah
-
IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok
-
Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?
-
Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini
-
Link Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih 2026: Ada 30.000 Formasi
-
Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik
-
OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien