Suara.com - Meski Indonesia masih mengalami puncak gelombang pandemi Covid-19 lewat varian Omicron, tapi untuk urusan ekonomi boleh dibilang sedikit beruntung. Pasalnya, ekonomi Indonesia diklaim sudah kembali ke level pra-pandemi.
Kondisi ini pun menempatkan Indonesia bersama dengan Amerika Serikat, China, Korea Selatan dan Singapura berada dalam jajaran dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai pulih dan bangkit kembali.
"Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah kembali ke level sebelum pandemi bersama Singapura, AS, Korsel dan China," kata Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Abdurohman dalam diskusi virtual bertajuk "Kinerja Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi" Senin (21/2/2022).
Bandingkan kata Abdurohman dengan negara lain seperti Filipina, Meksiko, Inggris, Malaysia, Italia, Jerman hingga Prancis yang hingga saat ini pertumbuhan ekonominya masih dibawa level pra pandemi.
"Jadi kita cukup beruntung, dengan respons kebijakan pemerintah yang cepat dan tetap menjauhkan kita dari resesi yang begitu dalam," katanya.
Asal tahu saja sepanjang tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,69 persen dimana berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang tumbuh minus 2,07 persen.
Begitunya dengan tingkat kemiskinan yang berhasil turun kembali ke single digit dari 10,2 persen ke 9,7 persen, walaupun belum mencapai level sebelum pandemi di 9,2 persen.
Level ketimpangan pun sudah kembali kurang lebih sama dengan sebelum pandemi, yaitu 0,381 pada 2021, sementara sebelum pandemi pada 2019 adalah 0,380.
Begitu juga dengan jumlah pengangguran juga sudah turun dari 9,77 juta pada 2020 menjadi 9,10 juta. Tingkat pengangguran terbuka juga turun dari 7,07 persen pada 2020 menjadi 6,49 persen pada 2021.
Baca Juga: Menkes Sebut Pemerintah Bakal Bayar Sisa Tunggakan Klaim Covid-19 RS Senilai Rp25 Triliun Tahun Ini
Berita Terkait
-
Menkes Sebut Pemerintah Bakal Bayar Sisa Tunggakan Klaim Covid-19 RS Senilai Rp25 Triliun Tahun Ini
-
Airlangga Hartarto Sebut Puncak Kasus Covid-19 Varian Omicron Pertengahan Maret 2022
-
Perkuat Imunitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19, Perusahaan Asuransi Ini Gelar Sentra Vaksinasi Booster
-
33 Balita di Indonesia Meninggal Akibat Omicron, Masih Bisakah Disebut Ringan?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026