Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran direksi PT Pelni (Persero). Perombakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-57/MBU/02/2022.
Dalam keputusan itu, Erick Thohir menunjuk Tri Andayani sebagai Direktur Utama PT Pelni (Persero). Tri Andayani menggeser posisi Insan Purwarisya L Tobing yang telah menyelesaikan masa tugasnya pada 31 November 2021.
Sebelumnya, Tri Andayani pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Pelni terhitung 3 April 2017 hingga 27 Desember 2019.
Melalui Surat Keputusan yang sama, Erick Thohir juga mengubah empat posisi direksi Pelni.
Ganefi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur SDM & Umum, kini digantikan oleh Rainoc yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Fasilitasi Dukungan Strategis Kementerian BUMN RI.
Untuk posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang sebelumnya dijabat oleh Ony Suprihartono digantikan oleh Andy Saleh Bratamihardja.
Jabatan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut diamanahkan kepada Yossianis Marciano, menggantikan Yahya Kuncoro yang saat ini ditunjuk sebagai Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni menggantikan OM Sodikin yang sudah dua periode menjabat sebagai direksi Pelni.
Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Opik Taupik mengatakan, dengan adanya penyegaran dalam susunan direksi ini diharapkan dapat meneruskan transformasi bisnis perusahaan.
"Penunjukan Ibu Tri Andayani sebagai Direktur Utama kami harapkan akan membawa semangat yang berbeda bagi Perusahaan, khususnya bagi para Srikandi perempuan di internal Perusahaan," ujar Opik dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022).
Baca Juga: Ada Najwa Shihab hingga Erick Thohir, PSI Rilis 9 Nama Kandidat Capres 2024, Ini Daftar Lengkapnya
Adapun berikut susunan Dewan Direksi PT Pelni saat ini diantaranya:
- Direktur Utama : Tri Andayani
- Direktur SDM dan Umum : Rainoc
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Andy S. Bratamihardja
- Direktur Usaha Angkutan Penumpang : Yahya Kuncoro
- Direktur Usaha Barang dan Tol Laut : Yossianis Marciano
- Direktur Armada dan Teknik : Robert M.P Sinaga.
Berita Terkait
-
Menteri BUMN Erick Thohir Rombak Susunan Komisaris Surveyor Indonesia
-
Erick Thohir Sebut WHO Beri Sinyal Bakal Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Covid-19 di Asia Tenggara
-
Ada Najwa Shihab hingga Erick Thohir, PSI Rilis 9 Nama Kandidat Capres 2024, Ini Daftar Lengkapnya
-
Ketua JoMan Dikritik Karena Bela Munarman, Relawan Jokowi: Teroris Tidak Perlu Dibela!
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Menuju Indonesia Digital, Akses Internet Cepat Menjadi Fondasi Utama
-
Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal
-
Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing
-
Purbaya Umumkan Daftar 20 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Tak Ada Suahasil-Misbakhun
-
10 Biang Kerok Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
-
Nestapa Kelas Menengah Jelang Lebaran: Dompet 'Layu' Sebelum Hari Raya
-
BRI Life Perluas Jangkauan Asuransi Digital, Incar Segmen Ini
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Profil PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Broker yang Diduga 'Goreng' Saham BEBS
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang