- KLH/BPLH akan menutup 472 lokasi pembuangan sampah terbuka di seluruh Indonesia mulai Agustus mendatang hingga Juli 2026.
- Wakil Menteri LH, Diaz Hendropriyono, mewajibkan pemilahan sampah dari sumber rumah tangga untuk mengoptimalkan efisiensi sistem pengolahan sampah nasional.
- Pemerintah menargetkan peningkatan persentase pengelolaan sampah nasional secara drastis dari 26 persen menjadi 57,7 persen melalui kebijakan tersebut.
Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah mempercepat langkah strategis dalam transformasi pengelolaan sampah nasional.
Wakil Menteri LH sekaligus Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengakhiri praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mulai akhir Juli 2026.
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, sebanyak 472 TPA yang saat ini masih menerapkan metode open dumping akan melalui proses penyelesaian atau penutupan pada Agustus mendatang.
Langkah ini diambil guna meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah sesuai dengan standar lingkungan yang lebih baik.
Dalam acara ‘Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah’ yang berlangsung di fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Wamen Diaz menekankan bahwa keberhasilan manajemen persampahan sangat bergantung pada pemilahan sejak dari sumbernya atau hulu.
Tanpa adanya pemisahan jenis sampah dari tingkat rumah tangga, proses pengolahan di tahap selanjutnya tidak akan berjalan optimal.
"Kami mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan target pengelolaan sampah. Tanpa pemilahan dari hulu, pengelolaan tidak bisa diselesaikan dengan baik," ujar Diaz dalam sesi keterangan pers kepada Suara.com, Minggu (19/4/2026).
Kebijakan penghentian open dumping ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap statistik nasional.
Pemerintah menargetkan persentase sampah yang terkelola dapat meningkat drastis dari angka saat ini sebesar 26% menjadi 57,7%.
Baca Juga: Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik
Fasilitas RDF Rorotan di Jakarta Utara saat ini didukung oleh program pemilahan mandiri yang dijalankan oleh warga Kelurahan Rorotan.
Wamen Diaz memberikan apresiasi kepada masyarakat setempat yang telah menerapkan sistem bank sampah serta penggunaan wadah pemilah secara konsisten.
Pola ini dinilai efektif karena sampah yang dikirim ke TPA maupun fasilitas RDF hanya berupa residu atau barang yang memiliki nilai ekonomi rendah (low-value). Selain meningkatkan efisiensi pengolahan, pemilahan ini juga membantu mengurangi aroma tidak sedap selama proses transportasi sampah.
"Semoga Rorotan bisa menjadi model percontohan bagi 30 kelurahan lainnya di Jakarta Utara agar seluruh wilayah dapat mengimplementasikan program pemilahan sampah dengan baik," tambahnya.
Dukungan Infrastruktur dan Sinergi Lintas Sektoral
Guna mendukung gerakan ini, KLH/BPLH telah menyalurkan sejumlah bantuan sarana kepada warga Rorotan, yang mencakup:
Berita Terkait
-
Sampah Jadi Pundi Rupiah: Cara Warga Kutawaru Ubah 240 Ton Limbah Jadi Destinasi Wisata
-
Dari Rumah Hingga ke Sekolah, Bagaimana Strategi River Ranger Jakarta Bangun Gerakan Minim Sampah
-
Pulihkan Sungai, River Ranger Jakarta Ajak Warga Mulai dari Diri Sendiri
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula