Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini, Senin (14/3/2022), melemah seiring ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).
Rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.333 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.301 per dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar menguat terhadap mata uang lainnya pada Senin pagi di Asia, karena sejumlah bank sentral bersiap untuk menjatuhkan keputusan kebijakan mereka sepanjang minggu.
"Dan ada harapan bahwa pembicaraan antara Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri konflik yang dimulai dengan invasi 24 Februari 2022 akan terwujud," kata Ibrahim dalam analisisnya, Senin.
Ibrahim menerangkan bahwa wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengatakan pada hari Minggu bahwa mungkin ada tanda-tanda bahwa Rusia bersedia untuk memulai negosiasi substansial untuk mengakhiri invasi ke Ukraina.
"Namun, pertempuran dalam konflik yang dimulai pada 24 Februari terus berlanjut," ucapnya.
Selain itu, patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke level tertinggi hampir satu bulan, dengan The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga ketika menjatuhkan keputusan kebijakannya akhir pekan ini.
Selain itu, Bank of Japan secara luas diperkirakan akan mempertahankan sikap dovish ketika menjatuhkan keputusan kebijakannya pada hari Jumat.
The Fed, di sisi lain, diperkirakan akan menaikkan suku bunga ketika menjatuhkan keputusannya pada hari Rabu. Reserve Bank of Australia juga akan merilis risalah dari pertemuan terakhirnya pada hari Selasa.
Baca Juga: Perkasa, Rupiah Menguat 0,60 Persen Jadi Yang Terbaik Di Asia
Bank of England (BOE) juga akan menurunkan keputusan kebijakannya, dengan taruhan tegas pada kenaikan suku bunga 25 basis poin lebih lanjut.
Sementara dari sisi internal, pelaku pasar terus memantau perkembangan data ekonomi yang akan dirilis dalam minggu ini, terutama neraca perdagangan, termasuk nilai ekspor dan impor pada Februari 2022 yang akan dirilis pada hari selasa diperkirakan kembali surplus sebesar USD 1,80 miliar, ekspor 37,1 persen (YoY), impor 44,9 persen (YoY).
"Kemudian, Bank Indonesia yang akan mengumumkan suku bunga acuannya yang diprediksi akan tetap berada pada 3,5 persen seperti pada bulan Februari lalu," jelas Ibrahim.
Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim mengatakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat terbatas direntang Rp14.320-Rp14.360.
Berita Terkait
-
Perkasa, Rupiah Menguat 0,60 Persen Jadi Yang Terbaik Di Asia
-
Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Nilai Tukar Rupiah Anjlok
-
Rusia Serang Ukraina, Mata Uang Rupiah Ditutup Terkapar Ke Posisi Rp 14.337
-
Rusia Serang Ukraina, Ekonomi Indonesia Bakal Terganggu?
-
Gara-gara Rusia Perang Lawan Ukraina, Rupiah Jadi Anjlok
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran