Suara.com - Layanan Mobile Banking BCA atau M-BCA mulai berangsur pulih, setelah sempat mengalami eror. Saat ini, nasabah sudah melakukan transaksi di M-Banking masing-masing.
"Kami sampaikan bahwa saat ini, pukul 13.30 WIB, aplikasi BCA mobile telah pulih kembali dan berjalan normal, sehingga nasabah dapat melakukan transaksi perbankan di BCA mobile seperti sedia kala," kata Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn, Jumat (1/4/2022).
Hera melanjuta, BCA memohon maaf atas ketidaknyamanan dan kendala yang sempat terjadi. BCA telah berupaya melakukan proses pemulihan dan perbaikan secara semaksimal untuk memastikan kendala jaringan segera pulih.
Dalam kesempatan ini, dia juga mengimbau kepada nasabah BCA untuk senantiasa berhati-hati terhadap berbagai macam modus penipuan yang mengatasnamakan BCA.
"Sekali lagi, dari hati terdalam dan penuh ketulusan, kami mengucapkan terima kasih dan kami mohon maaf sebesar-besarnya pada seluruh nasabah kami tercinta," imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan, Mobile Banking BCA tidak bisa digunakan untuk bertransaksi alias eror, meskipun nasabah masih bisa memasuki akun M-BCA.
Warganet di Twitter ramai-ramai berkeluh kesah terkait M-banking BCA yang eror. Salah satunya, akun @nyonyarisna yang menanyakan ke akun resmi Bank BCA terkait layanan BCA Mobile yang eror.
"@BankBCA m-banking-nya lagi eror yaaa?" kata Nyinya Risna dalam akun Twitternya, seperti diikuti Jumat (1/4/2022).
Begitu juga, akun twitter @halo_tika yang mengeluh tidak bisa transaksi untuk berbelanja lewat M-BCA. "Woi ini kenapa gak bisa transaksi sama sekaliiii? laper woiii @BankBCA".
Baca Juga: Mobile Banking BCA Eror, Pihak Manajemen Beri Respon Cepat
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bank BCA langsung menjawab dan mengakui saat ini M-BCA sedang tidak bisa digunakan.
"Selamat siang, @nyonyanyinya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saat ini kendala pada fasilitas m-BCA di aplikasi BCA mobile sedang dalam penanganan oleh pihak terkait kami. Mohon kesediaan Anda menunggu ya," tulis Bank BCA.
Berita Terkait
-
Nasabah BCA Diduga Jadi Korban Skimming Hingga Kehilangan Uang Rp135 Juta, Sikap CS Bank Mengecewakan
-
Indra Kenz dan Doni Salmanan Hobi Pamer Harta Sebelum Diciduk, Publik Bandingkan dengan Bos Djarum
-
Hingga Tengah Malam M-Banking BCA Masih Error, Bank BCA Minta Maaf
-
Mobile Banking BCA Error Berjam-jam, Nasabah Luapkan Kekesalan ke Twitter @HaloBCA
-
Laba Bersih Bank BCA Meroket 15,8 Persen, Kantongi Rp31,4 Triliun
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%
-
Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari
-
IHSG Nyaris Stagnan pada Perdagangan Jumat, Tapi 352 Saham Meroket
-
BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun