Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore awal pekan ini betah dalam zona hijau.
Mengutip data RTI, Senin (18/4/2022) IHSG ditutup menguat 0,54 persen atau naik 40 basis point ke level 7.275.
IHSG bergerak dari batas bawah di level 7.243 hingga batas atas pada level 7.277 setelah dibuka pada level 7.245.
Investor melakukan transaksi senilai Rp14,8 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp13,3 triliun.
Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp3,5 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,8 triliun. Sehingga investor asing tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp694,1 miliar.
Sebanyak 289 saham terpantau menguat, sementara 249 saham melemah dan sebanyak 155 saham mengalami stagnasi.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain saham GPSO yang naik 35 point atau menguat 35,00 persen ke level 135. HOPE menguat 34,67 persen atau bertambah 43 point ke level 167.
Selanjutnya saham SULI menguat 28,00 persen atau naik 14 point ke level 64. ASLC menguat 25,00 persen atau naik 54 point ke level 270. UANG yang naik 145 point atau menguat 23,96 persen ke level 750.
Sementara saham-saham yang tergolong top losser antara lain; JECC 355 point atau melemah 6,99 persen ke level 4.720. HITS melemah 6,98 persen atau koreksi 65 point ke level 865.
Baca Juga: Usai Libur Panjang, IHSG Sambut Awal Pekan Dengan Naik ke Posisi 7.245
LCKM terkoreksi 20 point atau melemah 6,94 persen ke level 268. SUPR turun 2.125 point atau melemah 6,93 persen ke level 28.525. UFOE melemah 90 point atau turun 6,89 persen ke level 1.215.
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat menguat 0,51 persen ke level 1.040,972. Sedangkan, JII naik 0,13 persen ke level 608,651.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,6% di Q1 2026 Berkat Stimulus Ekonomi Rp 911 M
-
Purbaya Sebut Rating Moody's Offside, Klaim Ekonomi RI Akan Ekspansif hingga 2031
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter