Suara.com - Peran strategis Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberdayakan perempuan berwiraswasta (W20: Setara Bangkit Bersama) dan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ekspor secara berkelanjutan merupakan dukungan nyata dalam rangka perhelatan G20.
Hal ini selaras dengan salah satu prioritas Presiden RI dalam pemulihan ekonomi yang terus didengungkan dalam ragam kesempatan. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, LPEI hari ini menggelar Webinar Nasional: Perempuan Tangguh dalam Ekspor Berkelanjutan, perjalanan ke W20, yang menghadirkan pembicara-pembicara kunci: Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar serta Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso.
Lewat Webinar Nasional ini, LPEI berkomitmen untuk membangun persepsi bersama dan pemahaman pentingnya perempuan dalam sektor usaha berorientasi ekspor dengan menghadirkan narasumber-narasumber perempuan yang telah berpengalaman dalam mengembangkan usaha hingga menjadi eksportir produk-produk unggulan yang berkelanjutan, berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Dalam webinar yang digelar di Kantor Pusat LPEI, Jakarta, LPEI menggelar pemaparan dan diskusi bersama Nurhayati Subakat - founder Wardah Cosmetic, Eni Anjayani- founder Wastraloka, Enggi Holt – founder ISME UK serta Chesna F. Anwar – Direktur Hubungan Kelembagaan LPEI yang dipandu oleh moderator Ferdi Ilyas.
“Pemberdayaan perempuan, inklusi keuangan, serta tujuan mencapai sustainable development goals, melalui penciptaan produk ramah lingkungan menjadi karakter pelaku usaha yang hadir pada hari ini. Sebagai contoh Wardah yang memiliki pabrik seluas 2000 hektar dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri diantara kosmetik luar negeri ternama,” kata Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso saat pembukaan webinar ditulis Senin (23/5/2022).
“Di tingkat global, Indonesia melakukan berbagai langkah aktivitas untuk menyepakati berbagai komitmen internasional untuk mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Convention on the elimination of all forms of discrimination against woman, International Covenant Economic Culture and Social Rights, dan Declaration and platform for actions adalah diantaranya bagaimana komitmen kita mendorong kemandirian ekonomi perempuan,” jelas Mahendra Siregar, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Langkah tersebut dapat memperkuat hubungan kerjasama Indonesia dengan negara tujuan. Hal ini berhubungan dengan peran Kementerian Keuangan dalam memberikan dukungan fiskal guna mendorong ekspor Indonesia.
“Pemerintah punya banyak sekali instrumen pajak, Bea Cukai, Kawasan Berikat, Kawasan Ekonomi Khusus, kawasan industri untuk tujuan ekspor, semuanya merupakan instrumen kita. Kita punya pemerintah daerah yang bisa melakukan transfer keuangan hingga dana desa bisa mendukung. Kita juga punya program UMI, PIP, dan KUR untuk bisa mendukung dari sisi pendanaan. Kita juga punya produk untuk penjaminan. Instrumennya sudah banyak sehingga yang diperlukan adalah untuk meng-orkestrasi policy, regulasi, instrumen dan sinergi sehingga para eksportir tidak merasa sendirian,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
“Bagi para UKM yang bingung mau ekspor produk apa, mari bicara dan diskusi dengan kita karena LPEI memiliki National Export Dashboard (NED). Platform ini memiliki berbagai ragam data seperti produk yang high demand, negara tujuan ekspor, requirementnya seperti apa yang akan membantu proses edukasi para calon eksportir.” kata Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F Anwar.
Baca Juga: Pemprov DKI Mulai Seleksi Pedagang, 100 UMKM yang Lolos Boleh Jualan saat Formula E
Peluncuran program “Community Development for Women Empowerment” digelar pada kesempatan yang sama. Direksi LPEI mendampingi Menteri Keuangan dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia meninjau produk-produk yang dihasilkan perempuan pelaku usaha binaan LPEI atau srikandi ekspor Indonesia di Rumah Ekspor Jakarta, ini sekaligus menandai peresmian program tersebut.
Program ini merupakan bagian dari pengembangan dan diversifikasi Program Desa Devisa LPEI yang fokusnya adalah pemberdayaan wanita dan produk ekspor berkelanjutan. Peluncuran program ini diharapkan bisa memberikan developmental impact dari sisi kuantitas dan kualitas, sehingga akan lebih banyak lagi mitra binaan LPEI yang dapat berbagi pengalaman dan kunci-kunci sukses mereka sebagai UMKM perempuan dalam ekosistem ekspor berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?
-
AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia
-
Karyawan Gaji Rp 10 Juta Dapat Bebas Pajak dari Purbaya, Cek Syaratnya
-
Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru
-
Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp36,4 Triliun
-
Driver 001 Angkatan Pertama Gojek Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim
-
Harga Pangan Mulai Murah Usai Libur Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 59 Ribu
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
Target Harga BUMI di Tengah Penguatan Saham Berturut-turut, Ini Analisisnya
-
Rupiah Masih Meloyo, Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA