Suara.com - Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) pada awal tahun ini memperlihatkan jumlah kantor cabang Bank yang makin sedikit.
Terhitung sejak tahun 2019, setidaknya ada 31.127 unit kantor bank dari 110 bank. Jumlah ini menyusut jadi 30.733 unit dari 109 bank dan kembali berkurang pada 2021 menjadi 29.999 unit dari 107 bank. Puncaknya, pada tahun ini jumlah kantor bank hanya tinggal 28.350 unit saja.
Menurut sejumlah pakar, fenomena ini merupakan dampak dari digitalisasi yang dilakukan sejumlah bank demi mengikuti tren perbankan terkini. Efeknya, semakin banyak kantor cabang yang akan tutup di masa depan.
Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, tren ini akan terus terjadi seiring semakin berkembangnya bank dgital.
Selain itu, bank digital juga tidak membutuhkan pengeluaran yang besar seperti membuka kantor cabang. Hal ini membuat Bank lebih memilih untuk melakukan investasi dalam pengembangan bank digital yang lebih murah.
Meski memberi dampak positif bagi bank, namun patut diketahui, berkurangnya kantor cabang juga membuat karyawan menganggur alias menambah jumlah pengangguran.
Sementara, menurut Bhima, tidak semua bank memberikan program persiapan pensiun dini bagi karyawan mereka. Hal ini bisa menyebabkan gelombang PHK yang memperparah kondisi mantan karyawan yang tidak memiliki tabungan.
Berita Terkait
-
Ekonom Celios Ungkap Lima Penyebab Utama Startup dan E-Commerce PHK Massal
-
Startup Lakukan PHK Massal Hingga Bangkrut, Pengamat: Lebih Baik Berkembang Perlahan
-
10 Alasan PHK yang Tidak Diperbolehkan, Segera Laporkan ke Kemnaker
-
PHK Massal di Startup Bakal Merembet ke Berbagai Industri? Begini Faktanya
-
PHK dan Aturan Lengkapnya,Pastikan Hak dan Kewajiban Pekerja Terpenuhi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN