Suara.com - Keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ke dalam kelompok saham IDX30, LQ45, dan IDX80 diklaim akan membuat saham GOTO diincar oleh investor institusi.
Untuk diketahui, indeks saham IDX30, LQ45, dan IDX80 merupakan indeks yang menjadi patokan investor institusi, baik lokal maupun global dalam berinvestasi saham di Indonesia.
"Ibaratnya dengan masuk DX30, saham emiten itu dapat status investment grade, layak investasi. Sejumlah lembaga pengelola dana, baik swasta, pemerintah dan BUMN juga punya aturan menjadikan saham-saham di IDX30 sebagai target investasi," ujarSenior Vice President Head and Bussines Development Division PT Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi Riawan.
Masuknya GoTo ke dalam kelompok tiga indeks saham utama di BEI terjadi seiring dengan makin optimalnya integrasi bisnis yang terjadi di perusahaan ekosistem digital terbesar di Indonesia itu.
Sejak kombinasi bisnis antara Gojek dan Tokopedia membentuk GoTo pada Mei 2021, pendapatan bruto GoTo selama tahun lalu tumbuh 45 persen (yoy) mencapai Rp17,1 triliun dari Rp11,85 triliun. Alhasil, pendapatan bersih perseroan naik 7 persen menjadi Rp5,16 triliun dari Rp4,82 triliun.
Pada kuartal I 2022, di tengah laju pertumbuhan ekonomi, pendapatan bruto GoTo kembali tumbuh 53 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp5,2 triliun.
Reza menjelaskan, keputusan BEI menetapkan GoTo masuk ke beberapa indeks utama melalui "fast entry" tentu sudah melalui pertimbangan dan kajian yang matang. Apalagi GoTo merupakan emiten dengan kapitalisasi saham nomor 5 terbesar di BEI saat ini.
Sejak IPO 11 April 2022 lalu, saham GoTo selalu masuk dalam daftar saham yang paling likuid ditransaksikan dengan nilai jumbo.
"Dengan masuk indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, maka saham GoTo akan menjadi sangat strategis dan berdampak langsung terhadap pergerakan indeks saham utama. Sehingga banyak pihak yang menjadikan tiga indeks saham tadi sebagai acuan memiliki kepentingan terhadap saham GoTo," kata Reza.
Baca Juga: Melesat 111 Basis Poin, IHSG Selasa Sore Ditutup Menguat ke Level 7.148
Selain itu, masuknya GoTo ke dalam indeks utama akan meningkatkan nilai perusahaan kepada investor. Karena dengan posisinya yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan indeks saham di BEI, GoTo bisa dianggap sebagai salah satu saham premium di Indonesia.
Terlepas dari kinerjanya saat ini, lanjut Reza, sebagai bagian dari saham IDX30, LQ45, dan IDX80, saham GoTo sejajar dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah lebih dulu eksis dan menghasilkan keuntungan bisnis dalam jangka panjang.
"Investor ritel GoTo juga bisa menjadikan status baru ini sebagai pertimbangan dalam mengambil investasi saham. Dengan model dan tantangan bisnis yang dihadapi, GoTo bisa menjadi pilihan investasi jangka panjang," ujar Reza.
Sebelumnya, Corporate Secretary GoTo R.A. Koesoemohadiani menjelaskan, pihaknya menyambut baik masuknya saham GoTo ke dalam indeks-indeks utama pasar modal Indonesia, mencakup IDX30, LQ45, dan IDX80.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan bukti dari kepercayaan para investor pasar modal di Indonesia terhadap GoTo serta keyakinan atas prospek bisnis jangka panjang perusahaan yang terus mendorong likuiditas saham dan kapitalisasi pasar GoTo.
"Kami akan terus berusaha untuk memperkuat kinerja dan fundamental perusahaan ke depan dan di saat yang sama memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Koesoemohadiani.
Berita Terkait
-
Jelang Akhir Pekan IHSG Dibuka Naik ke Level 7.176
-
Kamis Sore, IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.148
-
India Bakal Ekspor 11 Juta Ton Batu Bara dari Indonesia, Simak Prospek Saham Berikut
-
Kamis Pagi IHSG Dibuka Melemah ke Posisi 7.130
-
Melesat 111 Basis Poin, IHSG Selasa Sore Ditutup Menguat ke Level 7.148
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru