Ia melanjutkan, dari perubahan KPI itu kemudian mulailah dilaksanakan program kerja nyata. Contohnya mulai mengganti energi listrik yang tadinya menggunakan sumber daya konvensional, menjadi energi listrik tenaga surya. Untuk pabrik yang sudah ada, penggunaan listrik tenaga surya ini diakuinya sudah menggantikan listrik tenaga konvensional hingga 5-10 persen. Efisiensi ini pun terus ditingkatkan di pabrik baru mereka yang terletak di Sadang, Purwakarta.
“Untuk pabrik kami yang ada di Cikarang kami sudah bisa menggantikan 5-10 % dari penggunaan listrik konvensional. Dan saat ini kami sedang melakukan investasi baru di Sadang, Purwakarta dimana nantinya pabrik ini akan bisa membangkitkan 1 Mega Watt listrik dari total semua solar panel yang dibangun. Kemudian manajemen limbah juga sudah kami lakukan. Karena manajemen limbah ini salah satu faktor yang sangat penting dimana kita menganut circular economy yang artinya limbah ini bisa kita gunakan lagi atau paling tidak di daur ulang (recycle) hingga nantinya bisa berputar lagi dan bisa digunakan pada proses selanjutnya,” terang Stephanus lagi.
Pun demikian, Stephanus menambahkan, saat ini masih ada ancaman-ancaman yang dapat mengganggu upaya bangsa ini dalam mencapai target 2050 Zero Carbon Emissions. Salah satunya bisa datang dari investasi asing yang saat ini tengah marak masuk ke Indonesia.
“Seperti kita ketahui, Tiongkok saat ini juga tengah menggencarkan industri hijau dalam upayanya mencapai target 2050 Zero Carbon Emissions. Mesin-mesin produksi mereka yang sudah tidak layak karena menimbulkan cukup banyak emisi, banyak yang tak terpakai lagi. Disinilah ancaman itu muncul. Kita para pengusaha tidak ingin investasi baru yang masuk, menggunakan mesin-mesin yang notabene sudah tidak layak digunakan di negara asalnya karena masalah emisi,” terang Stephanus lagi.
Untuk itu Stephanus berharap pemerintah lebih selektif dalam menentukan investasi baru yang masuk ke tanah air ini. Dengan begitu, investasi baru yang masuk tidak akan mengganggu upaya global mencapai target 2050 Zero Carbon Emissions.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Cara Harita Nickel Gerakkan Roda Ekonomi Kerakyatan
-
Kilau Berkah Ramadan: Tring! by Pegadaian Hadirkan Festival Seru di 10 Kota Besar Indonesia
-
Perang Iran-AS Terus Bergulir, IHSG Makin Merosot ke Level 7.939
-
Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Iran Vs AS-Israel ke Stok BBM
-
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872
-
Cara Hitung THR PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Ini regulasinya
-
Bak Gugur 1 Tumbuh 1.000, OJK Terus Blokir 30.000 Rekening Judol
-
Daftar Ruas Tol Gratis saat Mudik Lebaran 2026
-
Inflasi Februari 4,76% YoY, Kemenkeu Jamin Harga Pangan Aman di Ramadan-Lebaran
-
Hadapi Lonjakan Ramadan, PLN Perketat Inspeksi Pembangkit di Sumut