- Schneider Electric meluncurkan switchgear tegangan menengah MCSet yang dukung operasional usaha.
- Solusi ini memberikan data operasional rinci, termasuk kecepatan respon.
- Penggunaan MCSet digital ini diproyeksikan menekan biaya operasional (OPEX) pelanggan hingga 20 hingga 30 persen.
Suara.com - Schneider Electric meluncurkan generasi terbaru dari switchgear tegangan menengah MCSet yang kini dilengkapi dengan kemampuan monitoring digital terintegrasi.
Solusi ini menjadi jawaban atas tuntutan industri modern, terutama sektor vital seperti data center, yang membutuhkan keandalan listrik tinggi (uptime), serta efisiensi biaya operasional (OPEX) di tengah kompleksitas infrastruktur.
President Director Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste, Martin Setiawan, menjelaskan bahwa digitalisasi peralatan listrik kini telah bergeser dari opsi menjadi kebutuhan mendasar.
"Pelanggan kami, terutama di sektor data center, membutuhkan uptime hingga 99,9999%. Dengan standar setinggi itu, data real-time menjadi sangat krusial. Solusi monitoring yang kami hadirkan memberikan data operasional yang jauh lebih lengkap dibandingkan sistem konvensional,” ujar Martin Setiawan, pada Jumat (21/11/2025).
Generasi terbaru switchgear MCSet ini mampu menyediakan informasi rinci yang sebelumnya tidak terjangkau. Martin mencontohkan, jika sebelumnya perusahaan hanya mengetahui kondisi breaker secara sederhana ('on-off'), kini solusi digital ini mampu menyediakan detail mengenai kecepatan respons dalam milidetik, tingkat interaksi, hingga indikasi degradasi komponen.
Solusi ini memberikan visibilitas real-time melalui dua fitur utama:
- Sensor Suhu (Thermal Monitoring): Berfungsi mendeteksi kenaikan suhu yang tidak normal pada sambungan kabel, yang merupakan salah satu penyebab umum pemicu kebakaran.
- Sensor Lingkungan (Environmental Monitoring): Memantau kelembapan ruang panel. Kelembapan berlebih dapat menyebabkan korosi, short circuit, hingga kegagalan isolasi.
Dengan kemampuan ini, operator dapat mendeteksi masalah lebih awal, sebelum memicu gangguan besar, yang menjadi langkah awal menuju condition-based maintenance (pemeliharaan berdasarkan kondisi aktual, bukan sekadar jadwal).
Konsep ini merupakan bagian integral dari visi perusahaan mengenai Grids of the Future—jaringan listrik yang lebih cerdas, responsif, dan aman.
Martin Setiawan menjamin, adopsi switchgear digital ini sangat efektif dalam menekan biaya OPEX pelanggan, dengan potensi penghematan mencapai 20 hingga 30% secara umum. Pengurangan biaya ini berasal dari beberapa sumber:
Baca Juga: 10 Ide Usaha Modal Rp5 Juta yang Menguntungkan, Bisa Cepat Balik Modal
- Efisiensi Manpower: Di fasilitas yang beroperasi 24 jam seperti hyperscale data center, pengawasan manual dengan tenaga manusia dalam jumlah besar menjadi tidak efisien dan tidak scalable.
- Percepatan Troubleshooting: Data yang mengalir mulus ke platform cloud memungkinkan penentuan masalah menjadi lebih presisi dan cepat, bahkan memungkinkan Service Level Agreement (SLA) ketat.
- Pengelolaan Inventory yang Cerdas: Fitur monitoring dapat mendeteksi degradasi komponen sejak dini, mirip seperti indikasi baterai ponsel yang mulai rusak.
Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, Schneider Electric juga menawarkan MCSet Active Plus. Teknologi lanjutan ini menambahkan sensor untuk memantau kondisi breaker (komponen vital pelindung jaringan).
Setiap detik gangguan listrik dapat menyebabkan kerugian besar dalam operasional bisnis, menjadikan switchgear digital ini sebagai aset berharga bagi keandalan bisnis modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
Produsen Mie Sedaap Bantah Ada PHK Jelang Lebaran 2026
-
Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah
-
PPRO Lepas Gembok, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Dapat Gaji dan Tunjangan Penuh