Suara.com - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo mengatakan, akselerasi perekonomian masyarakat yang merupakan anggota koperasi dan pelaku UMKM terus ditingkatkan melalui pelatihan, pendampingan, dan program inkubasi. Hal ini diharapkan dapat membantu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Perekonomian masyarakat bisa ditingkatkan melalui kelembagaan koperasi, sehingga fungsi ekonomi koperasi bisa berjalan maksimal yang memberikan nilai tambah dari anggota untuk anggota," ujar Supomo dalam keterangannya, Kamis (9/6/2022).
Adapun salah satu pendampingan, dan pelatihan yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM adalah bekerja sama dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo' Toraja untuk pelatihan budidaya komoditi vanili untuk para petani anggota KSP Balo' Toraja.
KSP Balo’ Toraja merupakan mitra LPDB-KUMKM di Sulawesi Selatan sejak tahun 2010 hingga sekarang. Koperasi yang berdiri sejak tahun 1941 ini telah memiliki 1 kantor pusat serta 50 kantor cabang.
Selama 12 tahun bermitra, LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman dana bergulir kepada KSP Balo’ Toraja dengan total sebesar Rp201 miliar.
Supomo mengatakan, pihaknya selalu mendukung bagi koperasi yang ingin meningkatkan kompetensi dari sumber daya manusia koperasi itu sendiri termasuk para anggotanya.
"Salah satu yang menjadi tujuan yang namanya koperasi simpan pinjam, tidak hanya memberikan simpan pinjam saja, tetapi juga memberikan pendampingan kepada anggotanya. Tidak semua KSP mau berjibaku menangkap kebutuhan dari anggota untuk mengembangkan usaha-usaha sektor riilnya," katanya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM, Jarot Wahyu Wibowo menambahkan, LPDB-KUMKM hadir mendampingi KSP Balo' Toraja dalam memberikan akselerasi kepada para anggotanya untuk mendapatkan kompetensi yang sesuai, daya saing yang kuat, dan pelatihan budidaya komoditi vanili yang baik.
"Kami tidak hanya melakukan hari ini, tetapi kami juga sudah melakukan pendampingan dan pelatihan untuk para manajer dan kepala cabang terkait analisa usaha dan juga sudah dilakukan pelatihan terkait penilaian jaminan," ujar Jarot.
Baca Juga: Baru Mencapai 18,85%, LPDB-KUMKM Dorong Proses Pengalihan Dana Bergulir di Jatim
Dalam pelatihan petani komoditi vanili ini, LPDB-KUMKM melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sulawesi Selatan, Pemda Kabupaten Tana Toraja, Persatuan Petani Vanili Seluruh Bali, Program Rikolto Indonesia (NGO dari Belgia), dan juga International Trader Advisor-MEOD PTE LTD.
"Harapan ke depan, pelatihan ini bisa membentuk koperasi produsen sebagai offtaker produk para petani, dan KSP Balo' Toraja sebagai pembina utama mendampingi dari sisi mendapatkan akses pasar dan jangan putus sekadar budidaya, tetapi ada kepastian tanam dan ada pasarnya, jadi hulu ke hilir lengkap," papar Jarot.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada 80 orang petani anggota KSP Balo' Toraja harus dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan kualitas, mutu, dan produktivitas produk vanili.
"Budidaya vanili memang gampang-gampang susah, dan sudah 10 tahun ini memang sudah kami budidayakan tetapi memang belum komprehensif dari hulu ke hilir. Oleh karena itu saya berharap, pelatihan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya karena sektor pertanian ini harus mengutamakan kualitas produksinya perlu ditingkatkan dengan baik, tanpa kualitas produksi maka harga akan dipermainkan oleh pasar," kata Theofilus.
Menurutnya, saat ini merupakan era pasar bebas, yang diperlukan peningkatan daya saing dari sisi tata kelola manajemen usaha, maupun kompetensi petani itu sendiri.
"Sekarang eranya pasar terbuka. Kalau kita melalui koperasi akan mudah melakukan negosiasi dengan pasar, tetapi kalau berkoperasi pasti kuat," tambahnya.
Berita Terkait
-
Dalam Upaya Mencari Mitra Baru, LPDB-KUMKM Sasar Koperasi Sektor Riil di Daerah
-
LPDB-KUMKM Dorong Peningkatan Pembiayaan dengan Prinsip Syariah di Pondok Pesantren
-
Demi Capai Target 500 Koperasi Modern pada 2024, LPDB Lakukan Pembenahan untuk Hadapi Tantangan
-
Gencarkan Pendanaan, Hingga 9 Februari 2022 LPDB Salurkan Rp80,3 Miliar pada 8 Mitra Koperasi
-
Optimalkan Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gelar Vaksinasi Booster
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat