Suara.com - Bermula dari Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) pada tahun 1968 yang hanya memberikan jaminan kesehatan pada para aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya, berganti status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Husada Bhakti (PHB) dan PT Askes (Persero) yang juga mencakupi kesehatan karyawan BUMN beserta keluarganya, hingga akhirnya menjadi lembaga negara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengimplementasikan Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) bagi seluruh masyarakat Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.
BPJS Kesehatan juga memperingati hari jadinya yang ke-54, Jumat (15/7/2022). Dalam hari spesial tersebut, BPJS Kesehatan mengangkat tema “Kolaborasi dan Inovasi JKN Kebanggaan Indonesia” sebagai upaya untuk menjaga Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar berkelanjutan yang dilakukan secara bersama-sama.
Filosofi tema HUT tersebut diambil untuk menunjukkan sinergi, kerja sama, dan pembaharuan ide melibatkan internal dan eksternal BPJS Kesehatan, demi mewujudkan JKN sebagai kebanggaan bangsa. Adanya JKN merupakan wujud kehadiran negara untuk memberikan layanan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam sewindu mengemban amanah penyelenggaraan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan telah banyak meraih prestasi dan capaian positif. Program ini pun semakin besar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Program JKN yang mulai diselenggarakan pada 2014 juga kini berjalan delapan tahun penyelenggaraannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa penyelenggaraan JKN mendapati berbagai tantangan dalam menjamin kesehatan masyarakat Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan , Ali Ghufron Mukti mengatakan Program JKN bersama dengan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggaranya tidak henti melakukan perbaikan-perbaikan dan inovasi untuk meningkatkan kualitas dari berbagai sisi dan tentu saja BPJS Kesehatan tidak bisa sendirian dalam menyelenggarakan Program JKN.
“Terlepas dari capaian dan prestasi yang diraih, kami menyadari, bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh BPJS Kesehatan dalam memantapkan penyelenggaraan program ini. Terlebih karena Program JKN-KIS adalah program strategis pemerintah yang melibatkan peran berbagai pemangku kepentingan, sehingga upaya kolaborasi adalah hal yang mutlak kami lakukan. Kolaborasi ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, kementerian/lembaga, mitra perbankan, dan tentunya seluruh elemen dalam ekosistem JKN termasuk peserta dan masyarakat umum,” kata Ali Ghufron Mukti dalam Pidato Kelembagaan saat Upacara Peringatan HUT ke-54 BPJS Kesehatan, di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jumat (15/7/2022).
Ghufron menambahkan, capaian dan prestasi yang diraih juga tidak terlepas dari upaya inovasi yang dilakukan BPJS Kesehatan. Capaian ini tentu semakin memperkuat komitmen BPJS Kesehatan untuk senantiasa melakukan terobosan yang diharapkan dapat menjaga keberlangsungan dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS sehingga mampu menjadi program kebanggaan bangsa Indonesia.
Pada hari yang sama, juga dilaksanakan Syukuran Puncak HUT ke-54 BPJS Kesehatan dan diserahkan Penghargaan dari MURI kepada BPJS Kesehatan atas rekor dan kesuksesannya menggelar Pekan Senam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi Peserta JKN Serentak (Pekan Semangat) di 5.400 titik pada Selasa 12 Desember 2022 lalu. Pelaksanaan senam bagi peserta penyakit kronis dengan titik lokasi pelaksanaan terbanyak se-Indonesia.
Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan Berharap Hingga 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran
Deputi III Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Agus Suprapto yang hadir dalam acara syukuran mewakili Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi, mengungkapkan capaian yang diraih BPJS Kesehatan sangat luar biasa di tengah berbagai dinamika khususnya kondisi pandemi dan penurunan ekonomi global.
“Di tengah risiko kemiskinan meningkat, kehadiran BPJS Kesehatan sebagai tumpuan masyarakat untuk hadir menjamin layanan kesehatan, ini sangat luar biasa. BPJS Kesehatan juga bisa mengantisipasi kondisi masyarakat di masa pandemi. Disparitas layanan kesehatan, permasalahan kesehatan dasar kini menjadi PR bersama dan diharapkan keberadaaan JKN dapat mendukung dalam upaya menyelesaikannya. Selamat untuk BPJS Kesehatan yang telah hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujar Agus.
Berita Terkait
-
Jelly Isi Kopi Salah Satu Inovasi Bidang Kuliner
-
Viral Inovasi Jelly Isi Kopi, Bisa Meletus saat Digigit
-
Dirut BPJS Kesehatan Sebut Masih Ada Tantangan dalam Pemanfaatan E-Health Pasca Pandemi
-
Peneliti Politik BRIN Sebut Warga Indonesia Ingin Partai Politik Berkualitas, Bukan yang Banyak Jumlahnya
-
HUT ke-54, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Hingga ke Ujung Negeri
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar