Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan, salah satu tantangan dalam pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di masa Pandemi Covid-19 adalah bagaimana BPJS Kesehatan tetap memberikan layanan jaminan sosial kesehatan secara komprehensi dan responsif.
Penyelenggara jaminan sosial juga dituntut mampu beradaptasi di tengah berbagai perubahan yang cepat. BPJS Kesehatan merespon situasi tersebut melalui penguatan ekosistem digital dalam layanan Program JKN di setiap titik layanan peserta (customer journey).
“Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan degradasi dalam berbagai sektor, justru dijadikan peluang oleh BPJS Kesehatan untuk mengembangkan dan memantapkan implementasi sistem teknologi informasi demi menciptakan jaringan ekosistem kesehatan digital yang kuat. Pandemi juga nyatanya mendorong penggunaan teknologi baru, dan mempercepat revolusi sistem kesehatan terutama dalam layanan Program JKN,” kata Ghufron, dalam Asean Social Security Association (ASSA) High Level Meeting 2022 - Social Protection in the Post Pandemic Recovery, di Sanur, Bali Kamis (14/7/2022).
Pertumbuhan inovasi layanan kesehatan digital atau e-Health selama pandemi berkembang pesat di tiap titik layanan peserta, misalnya melalui optimalisasi pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Peserta bisa merasakan pengalaman dan kemudahan dalam mengakses layanan Program JKN dalam satu pintu. Mulai dari pelayanan informasi dan administrasi peserta, perubahan data, pembayaran iuran (Autodebit dan REHAB bagi mereka yang menunggak iuran), informasi fasilitas kesehatan, layanan antrean online baik di FKTP maupun FKRTL, konsultasi layanan kesehatan jarak jauh (telekonsultasi), hingga skrining kesehatan.
Di masa pandemi Mobile JKN berkembang sangat pesat, mulai dari penambahan fitur hingga pemanfaatannya yang kini mencapai 17,4 juta pemanfaatan.
“Sebagai bagian dari e-Health, pemanfaatan Mobile JKN ini bisa dikatakan sebagai bentuk tatanan ekosistem digital kesehatan yang mengutamakan keterlibatan peserta secara mandiri dan mendorong peserta lebih aware terhadap kesehatan diri. Lebih jauh e-Health memiliki potensi ke depan dalam menyederhanakan prosedur administrasi peresepan obat-obatan secara elektronik,” tambah Ghufron.
Sepanjang pandemi Covid-19, selain optimalisasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan juga meluncurkan berbagai inovasi layanan administrasi kepesertaan tanpa tatap muka, diantaranya Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA), Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), dan BPJS Kesehatan Care Center 165. BPJS Kesehatan juga telah mengembangkan inovasi yang berhubungan dengan fasilitas kesehatan seperti sistem display ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, antrean online, display informasi jadwal operasi di rumah sakit dan pengembangan digitalisasi proses kredensialing serta proses pengajuan dan verifikasi klaim Covid-19.
“Tentu berbagai inovasi layanan kesehatan digital ke depan di masa pasca pandemi akan terus berkembang serta tantangan tersendiri. Terlebih transisi dari pandemi ke endemik akan berdampak pada pergeseran perilaku peserta kembali, sehingga diperlukan strategi untuk menghadapi hal tersebut,” kata Ghufron.
Ghufron juga menjabarkan, pemanfaatan teknologi informasi tentu memerlukan dukungan jaringan internet yang kuat dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun teknologi informasi dan digitalisasi menjadi alternatif untuk mengatasi masalah, namun cakupan ketersediaan internet untuk setiap wilayah kerja dapat bervariasi dan menjadi tantangan baru. Selain itu, perubahan perilaku peserta untuk mengakses layanan kesehatan, layanan pengaduan dan layanan administrasi lainnya juga akan mengalami pergeseran kebiasaan baru.
Baca Juga: Bagaimana Cara Bayar Tunggakan BPJS Kesehatan? Simak Langkah Ini
Ghufron juga menyoroti tantangan dalam pengelolaan Program JKN pasca pandemi khususnya terkait dengan dampak pembiayaan program di masa mendatang. Terlebih jika biaya pelayanan pasien Covid-19 juga dibebankan pada Program JKN, tentu membutuhkan strategi agar program ini tetap bertahan. Hal ini mengingat biaya pelayanan kesehatan termasuk biaya pasien Covid-19 yang dibayarkan juga mengalami kenaikan, yakni Rp128,6 triliun pada 2020 dan Rp161,8 triliun pada 2021.
Asean Social Security Association (ASSA) adalah asosiasi jaminan sosial di wilayah Asia Tenggara yang terdiri dari 10 Negara yaitu (Brunei, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, Vietnam) dan terdapat 15 lembaga jaminan sosial yang telah bergabung dalam keanggotaan ASSA, termasuk BPJS Kesehatan.
Berita Terkait
-
HUT ke-54, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Hingga ke Ujung Negeri
-
Kemenko PMK Target 98 Persen Penduduk Indonesia Jadi Peserta JKN
-
Berapa Iuran BPJS Kesehatan Bulan Juli Terbaru? Cek di Sini!
-
Dirut BPJS Kesehatan Berharap Hingga 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran
-
Dirut BPJS Kesehatan: Saya Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?