Suara.com - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan PT MRT Jakarta dan dalam rangka menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan di Provinsi Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya bekerja sama dengan PT MRT Jakarta melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Pangan atau Beras untuk Karyawan (Berkawan) untuk Karyawan PT MRT Jakarta.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama PT FSTJ, Pamrihadi Wiraryo dengan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Mohamad Aprindy di, Kantor Pusat PT MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat.
"Kerjasama penyediaan beras untuk karyawan juga bermanfaat untuk menekan tingkat inflasi yang terjadi khususnya inflasi pangan yang diakibatkan oleh fluktuasi harga beras di wilayah DKI Jakarta," kata Direktur Utama Food Station, Pamrihadi Wiraryo.
Menurutnya melalui kerjasama ini, nantinya akan ada 728 karyawan PT MRT Jakarta yang akan dibidik untuk ikut dalam program beras Berkawan.
Pamrihadi menyampaikan, Per Juli 2022, jumlah karyawan BUMD yang yang sudah ikut dalam program ini ada sejumlah 10.066 dari beberapa BUMD DKI. Sementara jumlah karyawan BUMD DKI tercatat ada 14.245 orang.
"Ini sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Karena melalui penandatanganan hari ini, karyawan PT MRT Jakarta secara tidak langsung telah ikut membantu berpartisipasi menjaga ketahanan pangan Jakarta," ungkapnya.
Pamrihadi mengatakan, sebagai salah satu BUMD pangan, pihaknya ditugaskan menyediakan kebutuhan pangan di Jakarta. Karena itu, pihaknya terus melakukan kerja sama mulai dari hulu sampai hilir.
"Jadi program Berkawan ini bukan saja membantu penyerapan Food Station, tetapi juga menyerap beras dari petani di berbagai daerah sentra produksi," kata Pamrihadi.
Menurutnya, sejauh ini Food Station intens melakukan sosialisasi ke semua BUMD untuk kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama. Hanya memang yang perlu dicatat program ini sama dengan program Beras ASN sifatnya sama sekali sukarela bukan wajib, karena pelan-pelan edukasi kami lakukan kepada teman-teman di BUMD pada saat sosialisasi. Dan kami yakin seiring dengan waktu yang berjalan jumlah yang ikut dalam program ini bisa bertambah lagi.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Sebut Pangan, Energi dan Utang Bakal Jadi Tantangan Krisis
"Sesuai arahan Bapak Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan untuk manjaga ketahanan pangan di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Caranya kami dapat terus melakukan kerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak baik Pemerintah atau swasta serta meningkatkan kolaborasi antar sesama BUMD milik Pemrov DKI Jakarta yang berjumlah ada 13 BUMD ungkap Pamrihadi." ucapnya.
Sementara itu Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Mohamad Aprindy mengapresiasi penandatangan kerjasama yang dilakukan hari ini. Menurutnya program Berkawan sangat positif, karena itu ia berharap kerjasama ini tak hanya berhenti di pendatanganan saja tetapi bisa segera direalisasikan.
"Program ini sangat positif karena itu, saya ingin mendorong agar karyawan MRT yang ada di berbagai proyek yang jumlahnya mencapai 3000-an bisa mengikuti program ini juga," jelasnya.
Selain itu, atas nama kerjasama dan kolaborasi sesama BUMD DKI Jakarta, pihaknya menawarkan kepada Food Station untuk bisa memanfaatkan 13 Stasiun MRT untuk barangkali bisa dipergunakan sebagai display untuk program Food Station.
"MRT memiliki 13 statsiun yang bisa dimanfaatkan oleh Food Station untuk sosialisasi berbagai produk Food Station," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai