Suara.com - Perusahaan e-commerce Shopee yang berada di bawah naungan Sea Group tengah menjadi sorotan di Indonesia. Situs belanja ini melakukan PHK besar-besaran pada karyawan.
Padahal kekayaan pemilik Shopee, Forrest Li adalah salah satu yang tertinggi di Singapura. Kondisi ini berbanding terbalik dengan para pegawai Shopee yang harus kehilangan pekerjaan karena alasan efisiensi. Jumlah karyawan yang di-PHK sebanyak 3 persen dari total jumlah karyawan Shopee.
Dengan mengambil data jumlah karyawan perusahaan milik Sea Group itu di Indonesia sebanyak 6.232 orang sehingga diperkirakan ada 187 pegawai yang dilepas Shopee.
Kekayaan bos Shopee, Forrest Li disebut sempat mencapai Rp287 triliun. Wajar saja mengingat Shopee merupakan marketplace yang kini sangat besar dan populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Dia menjadi salah satu orang terkaya di Singapura. Forrest Li adalah pendiri Sea Group Ltd, yang memayungi Shopee dan Garena. Pria pemilik nama asli Li Xiaodong ini adalah co-founder sekaligus chairman dan CEO Sea Group Ltd.
Li lahir di Tianjin, China 44 tahun lalu kemudian pindah ke Singapura dan berpindah kewarganegaraan. Ia pernah menempuh pendidikan di Universitas Shanghai jurusan teknik. Selama menempuh pendidikan, Li menghabiskan setiap malam dengan bermain game di sebuah kafe.
Lalu Li melanjutkan pendidikan ke Universitas Standford dan meraih gelar Master jurusan Administrasi Bisnis. Di kampus itulah ini Li mulai dipanggil "Forrest" karena dosennya kesulitan melafalkan namanya. Nama tersebut dipilih Li setelah menonton film "Forrest Gump"
Pada 2009, Li mendirikan Garena dengan bimbingan dan investasi yang didanai oleh perusahaan raksasa asal China, Tencent. Garena kemudian berubah nama menjadi Sea Ltd. yang merupakan singkatan dari Southeast Asia (Asia Tenggara), wilayah Garena saat itu.
Setelah berganti nama, Sea merambah ke bisnis lain termasuk Shopee untuk e-commerce dan layanana keuangan yakni Airpay yang kemudian berubah nama menjadi SeaMoney.
Baca Juga: Perusahaan Induk Facebook Dilaporkan PHK Karyawan dan Rombak Tim
Kekayaan Forrest Li
Kondisi keuangan Shopee berpengaruh pada kekayaan pendiri sekaligus bosnya yakni Forrest Li. Pada September 2021 lalu, Li dilaporkan sempat menjadi orang terkaya di Singapura. Harta kekayaannya mencapai Rp20,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp287,7 triliun.
Pada tahun 2021, Li menduduki peringkat ke-98 orang paling kaya di dunia. Namun, kondisi itu berbalik jauh pada 2022 karena nama Li tak masuk di daftar 500 besar orang terkaya di dunia. Forbes mencatat kekayaan Li saat ini "tinggal" 4,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp63 miliar.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
BSU Tahap 2: Korban PHK Bisa Dapat Bantuan Rp 600 Ribu, Lakukan Aduan ke Nomor Berikut jika Ada Keluhan
-
Kabar Gembira! Korban PHK Bisa Dapat BSU Tahap 2 Rp 600 Ribu, Begini Syaratnya
-
Cara dan Syarat Mendapatkan BSU untuk Para Pekerja yang di PHK
-
Pekerja Korban PHK Bisa Terima Rp 600 Ribu, Ini Syarat Dapat BSU Tahap 2
-
Perusahaan Induk Facebook Dilaporkan PHK Karyawan dan Rombak Tim
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026