Suara.com - Ketika mendapat tawaran pekerjaan, salah satu yang jadi pertimbangan banyak orang adalah jenis perusahaan tersebut. Saat ini, ada dua jenis perusahaan yang paling terlihat perbedaannya, yaitu korporat dan startup.
Dengan perkembangan teknologi digital yang bergerak cepat, perusahaan startup memang semakin banyak bermunculan dan menjadi populer di kalangan pekerja muda. Namun, banyak juga orang yang tetap lebih memilih perusahaan besar atau korporat untuk berkarier.
Lalu, bagaimana dengan kamu? Pilih berkarier di korporat atau startup? Sebelum memutuskan, yuk, kenali dulu karakteristik dan perbedaan di antara keduanya. Simak penjelasan di bawah ini, mengutip dari laman Jobstreet.
Karakteristik Perusahaan Korporat
Tak sedikit orang yang mengincar perusahaan korporat dan merasa lebih nyaman bekerja di sana lantaran menganggapnya sebagai perusahaan besar yang sudah mapan. Perusahaan korporat umumnya memiliki karakteristik berikut:
1. Memiliki model bisnis yang lebih matang
Perusahaan korporat umumnya sudah memiliki model bisnis yang jelas atau well-established, dan sudah memiliki target pasar yang lebih jelas.
2. Stakeholder yang lebih banyak
Karena korporat adalah perusahaan besar, tentunya banyak jajaran direksi dari berbagai divisi, brand, atau pun anak perusahaan. Dengan banyaknya stakeholder, terkadang diperlukan birokrasi yang lebih panjang. Tak jarang, komunikasi antara level jabatan juga cenderung lebih kaku karena perbedaan umur yang cukup jauh.
Baca Juga: 5 Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang CEO Buat Kamu yang Bercita-Cita Membangun Startup
3. Keuangan cenderung lebih stabil
Dengan model bisnis yang lebih matang, perusahaan korporat biasanya sudah memiliki pemasukan dan cashflow yang jelas. Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk memberikan benefit yang lebih mumpuni kepada para karyawannya.
4. Peraturan yang lebih ketat
Perusahaan korporat biasanya sudah memiliki ketentuan yang harus diikuti oleh karyawan, seperti jam masuk kerja, metode kerja, hingga pakaian kerja.
Karakteristik Perusahaan Startup
Perusahaan startup didefinisikan sebagai perusahaan yang usianya kurang dari tiga tahun, jumlah karyawan masih sedikit, dan memiliki jenis bisnis yang bergerak di bidang digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Apa saja karakteristiknya?
1. Demografi karyawan cenderung lebih muda
Bisnis perusahaan startup lekat dengan teknologi digital, sehingga salah satu syarat untuk bekerja di startup adalah digitally savvy atau memahami dan bisa mengoperasikan platform digital yang biasanya banyak digunakan oleh pengguna berusia muda. Tak heran kalau demografi pegawainya adalah pekerja muda, termasuk fresh graduate.
2. Sistem kerja yang bergerak cepat
Dengan tren yang kian berubah dan bergerak cepat, penting bagi perusahaan startup untuk menyesuaikan model bisnis, membuat konten, atau promosi agar tidak ketinggalan tren.
3. Cara dan jam kerja yang fleksibel
Perusahaan startup dikenal dengan cara kerjanya yang fleksibel. Saat ini, banyak startup yang menerapkan sistem kerja hybrid atau bekerja dari mana saja. Selain itu, beberapa startup cenderung lebih fleksibel jam kerjanya, mengingat bisnisnya yang bergerak cepat.
4. Komunikasi yang lebih santai antara level jabatan
Biasanya perbedaan umur antara atasan dan anggota tim di start-up tidak terlalu jauh. Hal ini memungkinkan komunikasi menjadi tidak kaku dan lebih luwes. Bawahan tidak lagi perlu takut untuk menyampaikan pendapat ke atasannya, terutama jika itu bisa membawa perkembangan baik untuk tim.
Jadi, setelah mengenali karakteristik keduanya, mana yang kamu pilih, korporat atau startup?
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?