Suara.com - Menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah salah satu hal yang penting dan telah dirasakan manfaatnya oleh banyak peserta. Salah satunya adalah Yohan F Rumbiak (59).
Ditemui di ruang perawatan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. R Gandhi AT Biak, ia terdaftar pada segmen kepesertaan Penerima Pensiunan TNI yang memilikihak kelas 2.
Semakin bertambahnya usia yang bisa dibilang sudah lanjut, Yohan merasakan rentan terserang berbagai penyakit. Saat ini ia harus di rawat inap karena tidak dapat menahan sakitnya.
“Saya mengalami pusing dan demam tidak bisa ditahan, badan semua lemas. Saat tidur dan mau bangun selalu seperti mau jatuh, sehingga memutskan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diputuskan untuk dilakukan rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Yohan, Senin (21/11/2022).
Yohan mengatakan, dari UGD hingga ruang perawatan, ia mendapatkan pelayanan yang cepat dan baik.
“Saat masuk UGD, saya langsung dilayani dengan cepat, hanya dengan memperlihkatan kartu JKN. Setelah diputuskan rawat inap, tak perlu waktu yang lama, saya dipindahkan ke ruang perawatan yang sesuai dengan kelas saya, yaitu kelas 2. Selama beberapa hari ini, saya selalu dijelaskan dengan baik setiap dokter melakukanpemeriksaan secara teratur. Perawatnya juga selalu ramah menghadapi pasien yang lanjut usia ini,” ucapYohan dengan rasa kagum.
Ia bersyukur, dengan menggunakan kartu JKN, ia bisa mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang bisa membuatnya tenang berobat.
“Ruangan yang saya tempati juga nyaman, dengan fasilitas yang baik. Itu tidak tidak ada biaya yang harus saya bayar hingga saat ini. Dengan potongan gaji pensiunan saya, tidak sebanding dengan manfaat yang sudah saya rasakan. Itu membuat saya tenang selama berobat. Syukurnya, sekarang saya sudah merasa lebih baik. Semoga sesegera mungkin bisa pulang,” syukurnya
Di ujung perbincangan, Yohan berharap masyarakat yang belum mendaftarkan diri agar segera mendaftar menjadipeserta JKN, karena tidak ada kerugian menjadi peserta.
Baca Juga: Aplikasi Mobile JKN Membuat Inayah Terpukau: Di Luar Ekspektasi dan Berikan Kemudahan
“Kita tidak tau sakit kapan datang, apalagi seperti sayayang sudah usia lanjut dan rentan terhadap penyakit. Terdaftar menjadi peserta JKN juga adalah salah satu bentuk menolong sesama yang membutuhkan,” tutup Yohan
Berita Terkait
-
Ririe Bersyukur Indonesia Punya Program JKN: Manfaatnya Jelas
-
Punya JKN, Amalia Mahdhiani Tak Perlu Tengok Isi Dompet Saat Berobat
-
Aplikasi Mobile JKN Membuat Inayah Terpukau: Di Luar Ekspektasi dan Berikan Kemudahan
-
Pemda Teluk Bintuni Lanjutkan Program Universal Health Coverage
-
Pemkot Palopo Siap Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Usai Raih Predikat UHC
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif