Suara.com - Mitra binaan PT Pertamina (Persero) yang menjadi pemenang Pertarpeneur Aggregator Program 2022 bertekad terus berkolaborasi dengan UMKM lain mengembangkan produknya untuk menembus pasar internasional dan domestik.
Caranya dengan memperkuat pemasaran lewat digital marketing dan peluncuran lini bisnis baru yang sesuai dengan kondisi pasar yang dituju.
“Salah satu kekuatan yang dikembangkan Asia Garment adalah penggunaan digital marketing sebagai sarana penjualan yang saat ini belum menjadi perhatian serius UMKM lain. Selain itu, kami berkolaborasi dengan UMKM lain dalam memenuhi pesanan buyer. Kolaborasi selain membantu meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan omzet, juga menjadi lebih efisien dari segi waktu dan harga,“ kata Direktur Asia Garment Internasional Nurhayati Aisyah.
Asia Garment menjadi juara pertama Pertapreneur Agregator Program 2022 yang digagas Pertamina dan diumumkan saat penutupan SMEXPO Pertamina. Sementara juara kedua disabet pemilik usaha Bali Honey Ismail Marzuki dan pemenang ketiga pemilik usaha Bakmi Mbah Hardjo Bambang Tri Mulyono. Meeta Fauzan dari CV Almira menjadi juara harapan pertama sementara juara harapan dua diraih Ni Made Roni dari Made Tea.
Aisyah mengaku masih membutuhkan berbagai sertifikasi untuk memenuhi permintaan dari pasar internasional. Dia berharap Pertamina terus mendukung UMK mitra binaannya mendapatkan berbagai sertifikasi.
“Pembinaan melalui program mentoring yang terus menerus juga sangat bermanfaat bagi kami dan mudah-mudahn program dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga membantu UMKM menjadi makin berkembang,“ UJAR Nurhayati.
Sebagai pemenang Pertrapreneur Aggregator, Nurhayati sekaligus akan menggarap pasar ekspor dan pasar domestik. Untuk konsumen di dalam negeri, Asia Garment akan mengembangkan produk di segmen pasar baju muslim wanita.
“Pertimbangan utamanya adalah dengan mayoritas penduduk Muslim yang besar, ceruk pasarnya masih sangat luar biasa,“ katanya.
Ismail Marzuki, pemilik usaha Bali Honey, menuturkan saat berpartisipasi pada salah satu ajang pameran internasional, dia ditemui calon buyer dari Timur Tengah yang meminta dikirimkan madu sebanyak dua kontainer ukuran 40 feet setiap bulan.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Tapi BBM Pertamina Resmi Naik Nih
“Terus terang saya belum bisa menjawabnya. Ini tantangan ke depan kalau saja dibimbing Pertamina dan kami diberikan fasilitas untuk tumbuh bersama maka bukan tidak mungkin sebelum 2028 Bali Honey sudah bisa menjawab peluang ekspor karena madu Indonesia sudah terkenal dengan keanekaragaman rasa, warna dan sebagainya. Tidak semua negara punya itu,“ katanya.
Bali Honey memiliki corporate brand “Honey Republic“. Pada 2022, di bawah bimbingan Honey Republic sudah ada 5 role model yang mencontoh kesuksesan Bali Honey.
“Dari 5 role model tahun depan kami sudah memiliki sekitar 30 role model dan diakhir 2028 diharapkan bisa memiliki sektiar 400 role model yang sudah bisa memberikan kontribusi 5.200 ton madu per tahun sehingga defisit madu indonesia sekitar 6.700-an ton per tahun bisa terpenuhi di dalam negeri,” ungkap Ismail.
Dia mengatakan kebutuhan madu dalam negeri sangat tinggi. Saat ini, sebagian kebutuhan madu banyak dipenuhi impor. Madu impor tersebut harganya mahal sementara daya beli masyarakat Indonesia masih rendah sehingga bermunculan madu palsu yang berisiko terhadap kesehatan.
“Pada sisi lain, banyak sekali pemburu madu di hutan maupun peternak kesulitan menjual produk madu. Harga mereka rendah tapi tidak terserap pasar. Setelah kami teliti masalahnya mereka memproduksi madu di bawah standar nasional SNI 8664 2016 yang akibatkan madu cepat rusak. Honey Republic punya standar mutu yang bisa diikuti supaya peternak lebah binaan bisa scale up bisnis dan menjual dengan standar baku. Ini bakal berdampak positif terhadap suplai madu di Indonesia yang berasal dari produk lokal,” katanya.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa diperlukan UMKM aggregator untuk bisa menjadi network collaboration dari mitra binaan pertamina sebagai upaya percepatan pertumbuhan industri UMKM di Indonesia serta mendorong dan meningkatkan kapasitas SDM melalui digitalisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot