Suara.com - Banten telah dinyatakan sebagai salah satu provinsi yang menjadi prioritas penanganan stunting di Indonesia. Banten tercatat menempati peringkat 5 besar dengan angka kasus stunting tertinggi secara nasional.
Hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2021 mencatat, terdapat 294.862 balita penderita stunting di Provinsi Banten. Angka ini menempatkan Banten sebagai provinsi kelima terbesar yang memiliki balita kerdil setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.
Menindaklanjuti hal tersebut, sejumlah anak muda, milenial, hingga mahasiswa yang tergabung dalam jaringan relawan Ganjar Milenial Center (GMC) Banten menginisiasi hadirnya program Rumah Gizi dan Stunting. Salah satunya hadir di Desa Pasir Kembang, Kec Maja, Kabupaten Lebak, Banten.
Koordinator Wilayah GMC Banten, Cucu Komarudin menjelaskan bahwa ini menjadi implementasi ke empat dari Rumah Gizi dan Stunting. Bekerja sama dengan posyandu setempat, para relawan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).
"Dalam konsep yang telah kami rancang, kegiatan ini akan terus bertahap hingga satu tahun ke depan. Agar kegiatan ini bisa merata, karena wilayah Banten itu angka stuntingnya tinggi. Jadi kami berharap dengan adanya kegiatan ini, bisa menurunkan angka stunting yang tinggi di wilayah Banten," ujar Cucu.
Setelah mendapat pemeriksaan kesehatan, para balita juga diberikan vitamin, susu, biskuit, dan pangan lain yang bermanfaat untuk gizi mereka. Selain itu, orang tua para balita juga diberikan edukasi oleh para relawan, terkait pentingnya mencegah stunting pada balita sejak dini.
Cucu menjelaskan, para relawan GMC sudah melakukan survei beberapa bulan sebelum meluncurkan program Rumah Gizi dan Stunting. Dari survei tersebut, telah diputuskan daerah-daerah yang akan menjadi tempat implementasi program ini.
"Jadi kegiatan ini, selain melakukan analisa dan survei kami di lapangan, kegiatan ini juga terinspirasi setelah melihat kinerja Ayah Ganjar sebagai gubernur saat memberantas stunting di Jawa Tengah," jelasnya.
Lebih lanjut, Cucu menuturkan bahwa pihaknya juga telah membuat posko pusat stunting untuk warga Banten, yang terletak di daerah Babakan, Kecamatan Maja, Lebak.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Upaya Penurunan Stunting di Daerah Berbasis Teknologi Digital
"Jadi di posko stunting itu kami membuka akses 24 jam untuk balita yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Kita juga berikan vitamis gratis, biskuit, susu dan lain sebagainya untuk menunjang pertumbuhan, gizi, dan sebagainya," tutur Cucu.
"Kegiatan berikutnya nanti kita akan masuk ke tahap lima, enam, dan seterusnya hingga tahap 20. Tapi nanti juga ada peningkatan yang diberikan. Contoh tahap ini kita berikan vitamin, biskuit, dan susu. Nanti di tahap berikutnya kita berikan minyak ikan," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
IATA Awali Operasional Tambang di Musi Banyuasin, Gandeng Unit UNTR
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit