Suara.com - Industri media global sedang menghadapai musim paceklik keuangan yang cukup sulit, setelah para pengiklan tidak lagi mengisi kolom-kolom iklan mereka.
Kondisi ini dipicu oleh keadaan ekonomi dunia yang buruk ditengah-tengah bayang-bayang resesi global yang menghantui tahun ini.
Setelah CNN mengabarkan akan melakukan Pemutusahan Hubungan Kerja (PHK) kepada para karyawannya kini penerbit majalah terkenal Amerika Serikat (AS), New York dan pengelola situs berita online Vox.com berencana bakal melakukan PHK terhadap 7 persen pegawainya.
Itu sekitar 130 karyawan dari 1.900 pegawai dari seluruh grup persuahaan tersebut.
Kepala Eksekutif Vox Jim Bankoff mengatakan dalam memonya kepada staf, perusahaan perlu menjadi lebih kecil dalam menghadapi penurunan. Ia juga mengatakan perusahaan telah mengurangi pengeluarannya dan membekukan perekrutan baru.
"Sayangnya dalam iklim ekonomi seperti saat ini, kami tidak dapat mempertahankan proyek dan area bisnis yang tidak berjalan seperti yang diharapkan," kata Bankoff dikutip Senin (23/1/2023).
Namun, dia tak menjelaskan apakah pemotongan akan datang dari semua anak perusahaan. Bankoff hanya mengatakan tim yang terpengaruh adalah pendapatan, editorial, operasi dan layanan inti.
Menurut Bankoff, Vox Media adalah perusahaan yang kuat secara fundamental. Ia melanjutkan, "kemunduran ini terutama didorong oleh kekuatan ekonomi makro temporal yang berdampak pada hampir semua bisnis di sektor kami." ucapnya.
Sementara itu, juru bicara Vox Media mengatakan perusahaan memiliki sekitar 1.900 karyawan. Dia pun menolak berkomentar lebih lanjut tentang pemotongan tersebut. Namun jika dihitung, 7 persen karyawan yang di-PHK dari jumlah keseluruhan 1.900 pekerja adalah 130 karyawan.
Baca Juga: Pandemi Buat Berkah dan Derita Bagi Perusahaan Teknologi
Di sisi lain, Serikat Pekerja Vox Media memberi pernyataan. "Kami sangat marah dengan cara perusahaan melakukan pendekatan terhadap PHK ini dan saat ini sedang mendiskusikan cara terbaik untuk melayani mereka yang baru saja kehilangan pekerjaan," kara Serikat Vox Media.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket
-
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini