Suara.com - Visa menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk bekerjasama dalam upaya peningkatan literasi keuangan dan bisnis digital di Indonesia. Dalam perjanjian ini, modul edukasi keuangan ‘Practical Money Skills’ dari Visa akan didistribusikan kepada berbagai UMKM di bawah binaan Kadin di seluruh negeri. Visa juga akan terlibat dalam berbagai program keterampilan keuangan digital yang akan dilaksanakan oleh Kadin beserta mitra lain-lainnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, kita sudah berada di era yang serba digital. Pemerintah juga mendorong percepatan transformasi digital untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang menjadi salah satu misi penting Kadin. Pihaknya melihat pentingnya upaya meningkatkan keterampilan keuangan digital bagi UMKM yang memiliki peran besar dalam pemulihan ekonomi Indonesia.
"Saya menyambut baik dukungan Visa serta visi kita bersama dalam upaya digitalisasi UMKM sebagai salah satu kunci dari membangun bisnis yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Keahlian dan pengalaman Visa sebagai jaringan pembayaran digital global akan melengkapi Kadin dalam upaya meningkatkan literasi keuangan serta digital di Indonesia. Melalui program Wiki Wirausaha sebagai wadah informasi digital untuk UMKM, Kadin bersama para Mitra Perusahaan berharap dapat mendukung UMKM untuk naik kelas," papar Arsjad dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (31/1/2023).
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran sangat besar dalam pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah sendiri menargetkan, 30 juta UMKM onboard digital, atau masuk ke platform digital pada 2024. Namun, Asosiasi E-commerce Indonesia (Indonesian E-Commerce Association/idEA) mencatat bahwa saat ini baru sekitar 19 juta UMKM di bawah naungannya yang sudah berjualan di platform digital[1].
Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman, menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk terus membantu meningkatan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, terutama para pelaku UMKM sebagai salah satu penopang ekonomi di Indonesia.
"Sebuah kehormatan bagi kami dapat mendukung Kadin, dengan berbagi best practice global dalam bentuk sejumlah pengelolaan keuangan serta bisnis yang telah teruji di berbagi belahan dunia, untuk membantu UMKM di Indonesia memahami dan menerapkan dasar-dasar pengelolaan keuangan yang baik, serta memahami pentingnya go digital sebagai fondasi penting dalam mengembangkan bisnis mereka di era new normal," terangnya.
Berita Terkait
-
Pengusaha Nasional Sebut ASEAN Kini Jadi Episentrum Pertumbuhan Ekonomi
-
Timnas Vietnam Minta Bantuan AFF dan FIFA, Ketar-ketir Main di Kandang Indonesia
-
Perppu Cipta Kerja Diklaim Ciptakan Iklim Ketenagakerjaan Kondusif
-
Jokowi Larang Penjualan Rokok Batangan, Pedagang Asongan Menantang
-
Kadin Sambut Bantuan Rp45,8 Triliun Untuk Dukung UMKM Hadapi Berbagai Gejolak
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun