Suara.com - Relawan Ganjar Muda Padjajaran (GMP) memberikan bantuan alat pertanian dan bibit kopi kepada kelompok tani kopi di kawasan Gunung Manglayang, Desa/Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Secara simbolis bantuan diberikan oleh Direktur Program GMP Boy Ramdhan kepada perwakilan Kelompok Tani Putera Manglayang, Ilman. Jumlah petani kelompok ini puluhan orang.
Boy mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para petani kopi yang telah memproduksi kopi jenis Arabika di ketinggian 1400 Mdpl. Bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan para petani kopi tersebut.
"Kami GMP membantu petani kopi. Ada bibit-bibit kopi, alat tani dan alat semprot pemupukan," kata Boy ditulis Minggu (2/4/2023).
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyuluhan tentanf kopi oleh petani yang kopi yang sudah profesional. Acara diikuti oleh sejumlah masyarakat dan petani kopi lainnya.
Kedepan, Boy menyatakan pihaknya akan membuat pelatihan tentang pemasaran kopi dan membantu pemasaran kopi. Sebab, para petani kopi di ini menjual kopi kepada bandar.
Hal itu membuat harga jual kopi lebih murah dibandingkan dijual langsung kepada masyarakat. Serta, petani kopi juga bisa membranding kopinya sendiri.
Boy menyatakan akan terus membantu masyarakat, khususnya petani kopi. Hal itu sebagai komitmen GMP kepada petani kopi yang ada di Jawa Barat, khususnya di kawasan Gunung Manglayang.
"Kami harap (bantuan ini menjadikan) jumlah panen makin meningkat dan bisa memberikan nilai lebih dari hasil tani mereka," ucapnya.
Baca Juga: Jangan Minum Kopi Saat Sahur Puasa Ramadan, Ternyata ini Akibatnya Diungkapkan dr. Maksud Farid
Sementara Ilman menyambut baik dan antusias atas apa yang diberikan oleh GMP. Ia menyampaikan terima kasih kepada GMP dan mendoakan target GMP supaya Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024 bisa tercapai dengan baik dan lancar.
"Mudah-mudahan apa yang dicita-citakan rekan GMP bisa tercapai," ucapnya.
Selain itu, Ilman dan para petani kopi menjelaskan tentang kopi Manglayang di perkebunan kopi yang dikelolanya kepada GMP.
Mulai dari menunjukkan kopi yang sudah layak dipetik, dan melakukan pemetikan. Lalu, dilakukan pengolahan kopi dengan mesin yang ada. Kemudian, memperlihatkan contoh kopi arabika yang sudah hasil olahan dan siap untuk diseduh.
Ilman menyebut pertanian kopi di Manglayang mencapai 150 hektar. Sedangkan kopi yang dikelola kelompoknya sekitar 30 hektar dengan jenis kopi arabika. Menurutnya, panen dilakukan satu atau dua kali dalam satu tahun, dengan panen kopi mencapai 30 sampai 40 ton.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun
-
CFX Pangkas Biaya Transaksi 50 Persen, Industri Kripto Diprediksi Makin Bergairah
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak
-
Penyebab Harga Saham BNBR Menguat Hari Ini, Bikin Bakrie Cuan
-
Cara Menghitung THR Ojol dan Simulasi Pencairan BHR 2026
-
ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif
-
Kriteria Driver Ojol Dapat THR, Ini Rinciannya
-
Saham BUMI Diborong Asing saat IHSG Merah Merona