Suara.com - Lagi dan lagi, publik terus melakukan sorotan pada harta kekayaan orang-orang dengan jabatan tinggi dan posisi penting di negeri Indonesia ini. Kali ini giliran Dirut Waskita Karya Destiawan Soewardjono, yang disorot lantaran menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank. Profil dan kekayaan Dirut Waskita Karya Destiawan ini bisa Anda cermati di sini.
Sekilas Profil Destiawan Soewardjono
Nama Destiawan Soewardjono sebenarnya bukan nama baru pada perusahaan tersebut. Lahir pada April 1961, ia menamatkan pendidikan S1 jurusan Teknik Sipil di Universitas Brawijaya pada tahun 1987 silam.Pendidikannya dilanjutkan ke Universitas Gadjah Mada, dan berhasil memperoleh gelar Magister Manajemen pada tahun 2008.
Ia sendiri menjabat posisi direktur utama selama dua periode kebelakang. Diangkat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Juni 2020 lalu, ia menggusur puisi I Gusti Ngurah Putra.
Setelah periode pertama habis, Destiawan Soewardjono kembali diangkat pada RUPS bulan Februari 2023 lalu karena dinilai berprestasi pada bidang kerjanya. Salah satunya adalah kontribusi Waskita dalam menyukseskan KTT G20 di Bali pada bulan November 2022 lalu.
Dikutip dari situs resmi Waskita, nama Destiawan Soewardjono juga bisa dilacak pada berbagai jabatan strategis. Mulai dari Direktur Oeprasi III PT Wijaya Karya pada 2013 hingga 2020 lalu, Komisaris Utama PT Wijaya Karya Bangun Gedung pada 2014 hingga 2020, hingga General Manager Departemen Luar Negeri PT Wijaya Karya tahun 2012 hingga 2013 lalu.
Harta Kekayaan yang Dimiliki
Jika dilihat dari laman LHKPN KPK, Destiwan sendiri terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 25 Februari 2022 untuk periode 2021. Total harta yang dilaporkannya mencapai Rp26,9 miliar.
Total harta itu tersusun dari beberapa unsur utama. Pertama adalah tanah dan bangunan senilai total Rp13,6 miliar, kemudian alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp1,1 miliar, surat berharga senilai Rp10.7 miliar, dan harta bergerak lainnya sebesar Rp600.000, dan kas dan setara kas tercatat sebesar Rp2,7 miliar.
Baca Juga: Tajirnya Harta Destiawan Soewardjono: Dirut Waskita Karya Tersangka Korupsi
Selain itu, ia juga memiliki hutang sebesar Rp1,3 miliar. Lebih lanjut, kemungkinan hal ini juga akan ditelusuri oleh pihak berwajib terkait dengan kasus korupsi yang menjeratnya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Wow! Segini Gaji dan Tunjangan Dirut Waskita Karya, Kok Bisa-bisanya Masih Korupsi!
-
Sepak Terjang Dirut Waskita Karya Destiawan Soewardjono, Tersangka Korupsi Pencairan Dana
-
Dirut Jadi Tersangka Kasus Korupsi, PT Waskita Karya Klaim Tak Berdampak Pada Perseroan
-
Modus Licik Dirut Waskita Karya 'Makan' Uang Negara Pakai Dokumen Palsu
-
Tajirnya Harta Destiawan Soewardjono: Dirut Waskita Karya Tersangka Korupsi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks