Suara.com - Bank Syariah Indonesia masih jadi sorotan akibat gangguan yang terjadi belakangan ini. Terbaru, Dark Tracer, akun yang kerap mengunggah perkembangan dunia peretasan menyebut, kelompok LockBit Ransomware bertanggung jawar atas gangguan layanan BSI.
Gangguan tersebut merupakan hasil dari serangan yang mereka lakukan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bank Syariah Indonesia (BSI).
LockBit merupakan salah satu kelompok peretas yang aktif sejak 2019 silam. Berawal dengan nama ABCD, kelompok LockBit menyerang sasaran dengan ransomware LockBit, LockBit 2.0, dan LockBit 3.0 yang dirilis pada Juni 2022 lalu.
Ransomware tersebut diklaim menjadi salah satu operasi yang paling aktif dan berdampak. Sebagai model Ransomware-as-a-Service (RaaS), LockBit merekrut afiliasi melalui forum-forum bawah tanah untuk melancarkan serangan secara produktif.
Melansir berbagai sumber, hingga pertengahan tahun 2022 lalu, LockBit 2.0 bertanggung jawab atas 46 persen dari total serangan ransomware selama 2022.
Saat beraksi, operator LockBit menggunakan taktik pemerasan ganda dengan mengancam korban untuk membayar uang tebusan dengan ancaman publikasi data yang mereka curi.
Kelompok ini juga terlihat melakukan pemerasan ganda dengan melancarkan serangan DDoS pada infrastruktur korban, sehingga tidak tersedia dan memastikan korban akan membayar.
LockBit kerap menyasar sektor keuangan baik secara perorangan maupun institusi. Kelompok kejahatan siber ini telah mengklaim tanggung jawab atas serangan di seluruh dunia, dengan sebagian besar korbannya berada di Amerika Serikat, Italia, dan Jerman. Seperti kelompok ransomware lainnya, mereka tampak menghindari sistem penargetan dalam bahasa Eropa Timur.
Salah satu aksinya yang cukup dikenal yakni LockBit mengklaim telah menyusupi data dari L'Agenzia delle Entrate (AdE), lembaga pajak Italia pada 2022.
Baca Juga: BSI Kena Serangan Siber, Wapres: Pengalaman Buruk
Saat itu, LockBit memberikan batas waktu hingga tanggal 1 Agustus bagi AdE untuk membayar uang tebusan. Ketika tebusan tidak dibayar, pada tanggal 3 Agustus mereka mempublikasikan 47GB data yang mereka curi.
Berita Terkait
-
BSSN Minta BSI Terbuka kepada Nasabah soal Peretasan, Bisa Disanksi
-
Kabar Baik bagi Jamaah, Pelunasan Biaya Haji Ditunda
-
Data Nasabah Mulai Disebar ke Darkweb, Begini Respon BSI
-
Negosiasi Gagal, Ransomware LockBit Sebar 1,5 TB Data Nasabah dan Karyawan BSI di Dark Web
-
BSI Kena Serangan Siber, Wapres: Pengalaman Buruk
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga