Suara.com - Kehadiran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjadi nilai positif bagi sektor koperasi di Indonesia.
Selain memiliki layanan perkuatan permodalan koperasi, LPDB-KUMKM juga hadir memberikan pendampingan bagi koperasi dan UMKM melalui program inkubator wirausaha.
Seperti salah satu koperasi di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah yaitu Koperasi Konsumen Karya Perdana Gemilang. Koperasi primer tingkat provinsi ini bergerak di bidang perdagangan eceran bahan barang konstruksi dan unit simpan pinjam, yang mayoritas 3.800 orang anggotanya bergerak pada usaha produktif (pertanian), dengan jumlah karyawan sebanyak 55 orang.
Melalui sosialiasi DinkopUKM Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2011, serta informasi yang didapatkan melalui situs www.lpdb.go.id, Koperasi Konsumen Karya Perdana Gemilang melengkapi dokumen persyaratan pengajuan dana bergulir.
Pada tahun yang sama, koperasi mendapatkan pinjaman pertama sebesar Rp300 juta, pinjaman kedua tahun 2015 sebesar Rp1 miliar, dan pinjaman ketiga pada tahun 2020 sebesar Rp1,8 miliar. Ketiga pinjaman tersebut kini telah berstatus lunas.
Pada tahun 2022, koperasi kembali mendapat pinjaman keempat sebesar Rp4 miliar dan kini pinjaman tersebut berkolektibilitas pembayaran lancar. Sejak awal berdiri pada tahun 2008, koperasi telah mencatatkan total aset sebesar Rp32,04 miliar.
Ketua Koperasi Konsumen Karya Perdana Gemilang I Ketut Winayasa mengatakan, pelayanan LPDB-KUMKKM sejak dulu hingga sekarang terkenal konsisten, dengan bunga layanan yang ringan, serta agunan fix aset 100 persen. Tiga hal ini menjadi pertimbangan utama koperasi untuk terus bermitra dengan LPDB-KUMKM.
“Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha di tahun ini, koperasi melaksanakan berbagai langkah strategis. Di antaranya, meningkatkan manajemen pemasaran, mempercepat pelayanan tanpa mengabaikan kualitas, dan pembukaan kantor cabang untuk unit penjualan,” ujar Winayasa.
Rasakan Manfaat Dana Bergulir
Baca Juga: Ekonomi Digital Berdampak ke Sektor Logistik
Bermitra dengan LPDB-KUMKM, lanjut Winayasa, koperasi mendapat banyak ilmu dan pengalaman yang baru. Analisa selektif terhadap koperasi-koperasi yang akan mendapatkan bantuan modal kerja LPDB-KUMKM sangat bermanfaat bagi perkembangan usaha mitra penerima dan juga anggotanya.
“LPDB-KUMKM merupakan mitra usaha koperasi yang konsisten dan terpercaya. Harapan kami, LPDB-KUMKM tetap konsisten menguatkan koperasi dalam hal permodalan, sehingga selain mendapatkan modal kerja, koperasi juga mendapat banyak ilmu khususnya untuk menjadikan koperasi yang lebih maju dan berkualitas di masa depan,” harap Winayasa.
Mewujudkan koperasi berkualitas juga menjadi harapan Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM. Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, perkuatan permodalan yang digulirkan LPDB-KUMKM bertujuan untuk meningkatkan usaha koperasi dan kesejahteraan para anggota. Dengan mengakses pembiayaan LPDB-KUMKM yang menawarkan bunga atau tarif layanan yang rendah, sangat berguna dan bermanfaat bagi perekonomian bangsa melalui badan usaha koperasi.
“LPDB-KUMKM memiliki misi mulia dari pemerintah yakni memajukan koperasi-koperasi di Indonesia, oleh sebab itu kami juga terus meningkatkan sisi kualitas layanan terutama dalam hal mendampingi dan mendorong koperasi agar dapat lebih berkembang,” kata Supomo.
Layanan yang ramah dan bersahabat, tandas Supomo, menjadi upaya LPDB-KUMKM mengoptimalkan fungsi layanan kepada masyarakat, selain target utamanya yaitu menyalurkan pinjaman/pembiayaan yang tepat sasaran/penyaluran, tepat pemanfaatan, dan tepat pengembalian.
“LPDB-KUMKM berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui koperasi. Upaya “jemput bola” dilakukan guna memaksimalkan penyaluran ke seluruh Indonesia. Harapannya, perkuatan permodalan LPDB-KUMKM berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemerataan pembangunan ekonomi nasional,” tutup Supomo.
Berita Terkait
-
Sektor Ekonomi Kreatif Jabar Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja di 1,5 Juta Perusahaan
-
Melalui Integrated Terminal Makassar, Pertamina Genjot Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat
-
Pendapatan Pedagang di Pasar Kota Serang Anjlok, Gara Gara Apa?
-
Ekonomi Padang Positif, Kemenperin Terus Tingkatkan SDM Industri Kompeten
-
Ratusan Petugas PPSU 'Dipalak' Pejabat Kelurahan Kelapa Gading Barat, Perorang Diminta Rp1-2 Juta Per Bulan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya