Suara.com - Startup biofarmasi asal Indonesia PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana), menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas New South Wales (UNSW) Australia dalam pengembangan riset dan inovasi bidang kesehatan, khususnya pada teknologi mRNA.
Penandatanganan kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara ketiga belah pihak tersebut dilakukan setelah kunjungan BRIN dan UNSW ke Etana, Jumat (22/9/2023), untuk melihat fasilitas produksi mRNA dan juga laboratorium yang tersedia dalam mendukung hilirisasi hasil-hasil penelitian yang menggunakan platform mRNA.
Diketahui, Teknologi mRNA merupakan sebuah teknologi yang revolusioner dalam pengembangan produk biologi yang mulai dikenal luas saat pandemi COVID-19 yang lalu. Dengan teknologi mRNA ini, vaksin COVID-19 telah berhasil secara cepat dikembangkan, dan vaksin yang dihasilkan memiliki profil keamanan dan khasiat yang baik.
Oleh karena itu, teknologi mRNA terus dikembangkan dalam penemuan produk-produk biologi baru, termasuk melalui kolaborasi yang dijalin antara Etana, BRIN dan UNSW.
Finance Director Etana Liauw Tek Kim mengatakan, teknologi mRNA adalah platform yang dapat disesuaikan untuk mengembangkan obat dan vaksin sebagai respons terhadap permintaan produk biofarmasi inovatif dan fleksibel yang mendesak untuk kanker, penyakit menular dan penyakit lainnya.
“Dengan menandatangani nota kesepahaman ini, tiga pihak dapat mengembangkan terapi berbasis mRNA mulai dari merancang ide penelitian hingga produksi produk biologis dan produk vaksin di Indonesia untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam penelitian nasional dan sektor kesehatan,” ucapnya dikutip Selasa (26/8/2023).
Sementara itu, Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian mengatakan, melalui dua aktivitas yaitu visiting laboratorium di PT Etana dan FGD di Kawasan KST Soekarno Cibinong, pihaknya berharap akan dapat lebih mempererat jalinan kolaborasi.
“Walaupun kemitraan tiga pihak ini baru dimulai tetapi implementasi dan manfaatnya sudah dapat dirasakan. Terutama bagi para periset di organisasi riset kesehatan dan Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan serta para pusat riset di bawahnya yaitu Pusat Riset Vaksin dan Obat, Pusat Riset Rekayasa dan Genetika,” pungkasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Cakupan Vaksinasi, Ini Cara Jitu Moderna Hilangkan Keraguan Terhadap Manfaat Vaksin mRNA
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik
-
OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol