Suara.com - Tiga petinggi PT Unilever Indonesia Tbk mengumumkan pengunduran diri mereka dalam waktu yang cukup berdekatan. Diawali oleh Ira Noviarti, yang menjabat sebagai direktur utama mengundurkan diri pada 24 Oktober lalu.
Keputusan Ira ternyata diikuti oleh sejumlah petinggi tidak lama kemudian. Mereka adalah Shiv Sahgal dan Sandeep Kohli yang memegang jabatan direksi perusahaan.
Alasan Ira Noviarti tidak dijelaskan secara rinci, namun berdasarkan penelusuran Redaksi Suara.com, Ira memutuskan untuk meninggalkan perusahaan yang telah menjadi tempat pengabdian dirinya selama bertahun-tahun itu karena alasan pribadi,
Sementara, dua direktur lainnya juga memiliki alasan yang sama. Penyebab Shiv Sahgal dan Sandeep Kohli mundur dari direksi UNVR karena alasan pribadi.
Hal ini terungkap dalam surat yang ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Proses persetujuan untuk pengunduran diri Shiv dan Sandeep akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 19 Desember.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Nurdiana Darus, menegaskan bahwa meskipun ketiga direktur utama tersebut mengundurkan diri secara bersamaan, operasional perusahaan tidak akan terganggu dan kondisi keuangan tetap stabil.
Meskipun belum ada penjelasan rinci mengenai alasan pribadi yang menjadi penyebab pengunduran diri, Unilever Indonesia telah mengalami dampak setelah adanya aksi boikot pro-Israel di Indonesia, yang tercermin dari penurunan harga saham perusahaan.
Baca Juga: BGR Logistik Indonesia Raih Penghargaan GPS Improvement Q3 2023 dari Unilever
Berita Terkait
-
Kisah Sukses Lever Brother yang Jadi Cikal Bakal Bisnis Unilever
-
Unilever Milik Siapa? Produknya Kena Imbas Boikot Israel, Sahamnya Merosot
-
45 Produk Unilever di Indonesia, Masuk Daftar Boikot Pro Israel
-
Profil Pemilik Unilever dan Hubungannya dengan Israel
-
BGR Logistik Indonesia Raih Penghargaan GPS Improvement Q3 2023 dari Unilever
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari