"Pasirnya harus spesial, pasir lebo namanya. Pasir yang sudah bercampur dengan dengan debu dari sungai belakang sini, kemudian dicampur dengan air dan digiling. Dengan adonan itulah, keramik kemudian dibuat,” jelas Muhtaromin.
Sayangnya, walaupun potensi bisnis di Kampung Gerabah sangat besar, para pengrajin justru kesulitan dalam mengakses modal untuk mengembangkan usaha mereka.
Untunglah, BRI melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan dukungan kepada para pengrajin yang tergabung dalam Klaster Gerabah ini. Salah satu anggota Klaster Kampung Gerabah, Abidin mengaku diajak Muhtaromin untuk bergabung.
“Setelah saya ikut Klaster Gerabah, dampaknya banyak. Penjualan makin luas dan omset pemesanan juga makin bertambah. Dengan BRI KUR, saya sekarang punya tempat lebih lebar untuk produksi lagi,” ujar laki-laki yang mengaku, tempat usaha sebelumnya sangat kecil.
Tak cuma pemberian modal, bentuk dukungan BRI bagi para pengrajin adalah pemberian edukasi pembayaran lewat QRIS. Dengan QRIS, maka para pengrajin bisa menjual produk mereka dengan lebih aman, nyaman, dan praktis.
Sepakat dengan upaya yang dilakukan BRI tersebut, beberapa waktu lalu, pengamat ekonomi, yang merupakan Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan, pemberdayaan UMKM merupakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, hal ini penting agar tujuan pendirian BUMN, sebagaimana diatur dalam UU No.19/2003 tentang BUMN, yaitu berkontribusi dalam mendorong ekonomi nasional dan memberikan tambahan pendapatan negara, dapat tercapai.
Menurutnya, BUMN di Indonesia memiliki peran yang unik dan berbeda dari negara-negara lain. Mereka bukan hanya sebagai agen pembangunan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi Indonesia. BUMN, termasuk BRI, berperan dalam menciptakan lapangan kerja, membina, dan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah.
"Semua pihak harus bersinergi agar ekonomi tumbuh. Hal ini harus didukung dengan kebijakan di sektor riil yang bersifat sinergis," katanya.
Baca Juga: Dapat Bantuan dari BRI, Pelaku UMKM di Kampung Gerabah Makin Produktif dan Berkembang
Berita Terkait
-
Mengenal Bisnis Agregasi, Model Usaha yang Diyakini Mampu Pesatkan Pertumbuhan Sektor Kriya
-
Dengan Pembekalan dan Permodalan, Perekonomian Anggota ADK Dusun Tohpati Kini Makin Meningkat
-
Bertumbuh Bersama, Cerita Fitur dan Inovasi Shopee Menemani Perjalanan ZM Zaskia Mecca & Sepasang Collection
-
Beri Pelatihan UMKM, SDG Sulsel Ajarkan Warga Tentang Cara Memulai Usaha
-
Viral Ekspor UMKM Terkendala Hingga Diminta Bayar Rp188 Juta, Ini Respon Bea Cukai
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan