Suara.com - Jelang pencoblosan pada 14 Februari mendatang, pemerintah diharapkan dapat menjaga kondisi sosial ekonomi tetap kondusif. Salah satunya dengan tidak mengeluarkan kebijakan atau regulasi yang bisa menimbulkan gejolak sosial di masa jelang dan pasca pencoblosan.
Berdasar Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang disusun oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ada lima provinsi yang tingkat kerawanan cukup tinggi. Lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta dengan skor 88,95, kemudian disusul Sulawesi Utara (87,48), Maluku Utara (84,86), Jawa Barat (77,04), dan Kalimantan Timur (77,04).
Direktur Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Yudo Anggoro mengatakan, pada masa pemilihan seperti sekarang ada berbagai isu yang melibatkan hajat hidup orang banyak bisa menjadi pemantik gejolak di tengah masyarakat.
Mulai dari isu pangan, pupuk, ketenagakerjaan, digitalisasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta transportasi, termasuk transportasi online.
Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah tidak gegabah dalam melakukan perubahan aturan atau regulasi untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas di masyarakat.
“Misalnya, transportasi. Jika biaya transportasi dinaikkan maka akan berdampak pada kenaikan harga-harga lainnya. Transportasi merupakan salah satu pendorong inflasi terbesar,” katanya ditulis Rabu (7/2/2024).
Apalagi menurut Yudo, isu-isu tersebut rawan dan sensitif ditunggangi oleh kepentingan politik yang berujung pada gejolak sosial di masyarakat.
Terlebih lagi, dalam waktu dekat atau pascapemilu, masyarakat juga akan menghadapi momen bulan puasa dan lebaran yang biasanya akan mendorong kenaikan harga. Untuk itu, pemerintah disarankan untuk bisa lebih bijak dan seksama dalam mengambil keputusan.
Setelah hari raya, pemerintah juga diharapkan melihat lagi kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat sebelum kembali memutuskan mengeluarkan kebijakan.
“Dilihat dulu nanti kondisinya seperti apa, indeks harga konsumsi berapa, jadi perlu dilihat dulu indikator-indikator pendukungnya yang ter-update,” pungkas Yudo.
Seperti diketahui, tahun 2024 ini, Indonesia tidak hanya melaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tetapi juga pemilihan legislatif baik di tingkat nasional hingga kabupaten/kota. Hajatan besar lainnya akan terjadi di bulan November mendatang, di mana akan dilaksanakan Pilkada Serentak di 545 daerah dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.
Senada dengan Yudo, dalam acara Deklarasi Pemilu Damai di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto, mengatakan bahwa kondisi menjelang hari pencoblosan harus bisa sejuk dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas.
“Deklarasi ini untuk meredam suasana yang kian memanas. Perbedaan pilihan biasalah, tapi jangan mau kita dipecah belah. Bangsa ini punya kita bersama, mari kita jaga bersama. Karena hanya kita yang menjaga, nggak mungkin kita harapkan orang lain yang menjaga," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Banjir Putus Jalur KA PekalonganSragi, Sejumlah Perjalanan Dialihkan dan Dibatalkan
-
Menteri PU Dody Hanggodo: Pemulihan Pascabencana Sumatera Paling Cepat 2 Tahun!
-
Presiden Restui Pembangunan Tol Lembah Anai, Kementerian PU Siapkan Studi Kelayakan!
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi