Suara.com - Menjadi salah satu program yang membawa manfaat bagi banyak siswa di Jakarta, KJP masih terus berlangsung hingga saat ini. Tidak sedikit yang penasaran dan belum tahu kapan KJP bulan Februari 2024 cair, dan Anda bisa temukan informasinya di sini.
Pencarian di bulan Februari 2024 sendiri masuk pada tahap kedua, dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pendidikan di DKI Jakarta. Penerimanya sendiri adalah siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK, yang berasal dari keluarga kurang mampu yang berdomisili dan bersekolah di sekolah swasta dan negeri DKI Jakarta.
Kapan KJB Tahap 2 Ini Cair?
Menurut informasi yang beredar, sebenarnya masa pencairan KJP Tahap 2 tahun 2024 ini sudah dimulai sejak tanggal 6 Februari 2024 lalu. Namun demikian pada beberapa rekening bantuan yang disalurkan belum diterima karena satu dan lain hal.
Jika mengacu pada periode sebelumnya, memang KJP disalurkan dan cair mulai dari awal bulan hingga sekitar tanggal 11 Februari 2024. KJP dapat digunakan untuk keperluan dan urusan sekolah, sehingga meringankan pengeluaran yang dilakukan orang tua murid.
Berapa Besarannya?
Untuk kisarannya sendiri akan beragam, tergantung dengan beberapa variabel. Tapi sebagai gambaran, berikut nominalnya.
- SD/MI, besaran dana yang diberikan adalah Rp250,000 per bulan. Terdiri dari dana rutin Rp135,000, dan dana berkala Rp115,000. tambahan SPP untuk SDM/MI swasta untuk 6 bulan sebesar Rp130,000 per bulan
- SMP/MTs, besaran dana yang diberikan adalah Rp300,000 per bulan. Terdiri dari dana rutin sebesar Rp185,000 dan dana berkala Rp115,000. Tambahan SPP untuk SMP/MTs swasta untuk 6 bulan sebesar Rp170,000 per bulan
- SMA/MA, besaran dana yang diberikan adalah Rp420,000 per bulan. Terdiri dari dana rutin Rp235,000 dan dana berkala Rp185,000. Tambahan SPP untuk SMA/MA swasta untuk 6 bulan sebesar Rp290,000 per bulan/
- SMK, besaran dana yang diberikan adalah Rp450,000 per bulan. Terdiri dari dana rutin Rp235,000 dan dana berkala Rp215,000. Tambahan SPP untuk SMK swasta untuk 6 bulan sebesar Rp240.000 per bulan
- PKBM atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, besaran dana yang diberikan adalah Rp300,000 per bulan. Terdiri dari dana rutin Rp185,000 dan dana berkala Rp115,000.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Baca Juga: Cara Cek Status KJP 2023 Tahap 2, Simak Informasi Nominal dan Pencairannya
Berita Terkait
-
Cara Daftar Antrean KJP Pasar Jaya Online Terbaru, Dapat Bantuan Sembako Murah
-
Gegara Tawuran Hingga Narkoba, Pemprov DKI Cabut KJP Plus 492 Siswa di Jakarta
-
10 KJP Pelajar di Jakarta Barat Dicabut, Kasudin Pendidikan: Kebanyakan Akibat Tawuran
-
Cara Cek Status KJP Plus dan Tips Mengatasi Website Eror
-
Cara Cek Status KJP 2023 Tahap 2, Simak Informasi Nominal dan Pencairannya
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya
-
Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas
-
Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya
-
Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO
-
Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela
-
Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang
-
Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi
-
Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap