Suara.com - Nama Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, atau akrab dikenal dengan nama Rudy Tanoesoedibjo, terseret dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial beras. Belakangan, ia diperiksa sebagai saksi pada kasus tersebut dan terus dimintai keterangan.
Salah satu nama yang telah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka adalah M. Kuncoro Wibowo, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa periode 2018 hingga 2021 lalu. Ia ditetapkan berdasarkan bukti dan keterangan saksi yang telah diperoleh KPK.
Profil Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
Rudy menjabat sebagai Presiden Direktur Dos Ni Roha Corporation, yang bergerak pada sektor penyedia distribusi dan logistik untuk ritel online atau offline. Awalnya, perusahaan ini didirikan untuk melayani distribusi farmasi dan medis, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang.
Lahir di Surabaya, 16 Januari 1964, Rudi memiliki pengalaman cukup banyak di bidang media sebab pernah menjabat sebagai Presiden Direktur MNC Sky Vision selama 12 tahun, sejak 2004 lalu.
Pada masa jabatannya ini ia juga sempat menjabat sebagai Komisaris GTV, yang dimulai pada tahun 2008, kemudian Komisaris RCTI sejak 2002, Wakil Presiden Komisaris PT Global Mediacom Tbk tahun 2002, dan Komisaris MNC Group pada 2002 lalu.
Sementara ia diperiksa menjadi saksi, dirinya juga tercatat menduduki jabatan CEO PT Zebra Nusantara Tbk serta CEO Trinity Healthcare, jadi dapat dipastikan bahwa dirinya memang pebisnis ulung yang dapat mengelola banyak perusahaan sekaligus.
Rudy memperoleh gelar master di bidang Bisnis dan Administrasi dari Universitas San Francisco pada tahun 1989 lalu. Dipadukan dengan pengalaman dan jaringan bisnisnya yang luas bersama sang adik, ia menjadi seorang yang cukup disegani di dunia bisnis.
Status Saksi dalam Kasus Bansos Beras
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Muhdlor Belum Jadi Tersangka, KPK: Tidak Ada yang Kebal Hukum!
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo hadir dalam pemeriksaan oleh KPK sejak beberapa bulan yang lalu. Ia diperiksa untuk menelusuri keterkaitan antara PT DRL dengan PT BGR, yang diduga kuat menyimpan fakta penting terkait korupsi yang terjadi.
KPK sendiri menduga adanya kerjasama antara perusahaan Rudy dengan PT BGR untuk mendapatkan jatah distribusi bansos.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Penyidik KPK Bawa 2 Unit Alat Penghitung Uang Usai Geledah Rumah Hanan Supangkat
-
Geledah Rumah Hanan Supangkat, Penyidik KPK Sempat Dihalangi Satpam Kompleks
-
Usai Diperiksa KPK di Kasus TPPU SYL, KPK Geledah Rumah Pengusaha Hanan Supangkat
-
Dugaan Korupsi yang Seret Sekjen DPR RI KPK: Mark Up Harga!
-
Bupati Sidoarjo Muhdlor Belum Jadi Tersangka, KPK: Tidak Ada yang Kebal Hukum!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga
-
Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun
-
Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan
-
Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang
-
Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR
-
3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit
-
Nilai Tukar Rupiah Diramal Bisa Terus Melemah Hingga ke Level Rp 17.550/USD
-
Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah
-
Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen