Suara.com - Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo - ABI) dengan dukungan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah sukses melaksanakan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2024 yang berlangsung sejak 2 Mei - 30 Mei 2024.
Mengusung tema “Exploring Crypto for Tomorrow’s Landscape” BLK 2024 berupaya untuk membangun pemahaman yang kuat dan memastikan investasi yang aman serta nyaman untuk inklusi finansial, serta mendorong pemberdayaan teknologi di Indonesia.
“Satu bulan penuh rangkaian kegiatan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2024 telah terlaksana. Lebih dari 10 ribu peserta telah berpartisipasi dalam acara ini di berbagai kota, yang kami harapkan semakin membuka wawasan bagi masyarakat yang antusias terhadap investasi aset kripto di Indonesia,” kata Malikulkusno Utomo (Dimas), Sekretaris Jenderal Aspakrindo - ABI.
Selama Mei, BLK telah melakukan serangkaian acara termasuk pembukaan, roadshow, dan upacara penutupan.
BLK dibuka dengan serangkaian keynote speech bersama para ahli dan regulator industri kripto di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh mitra pemerintah seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri), serta organisasi independen seperti Bursa Kripto Nusantara (CFX), Kliring Komoditi Indonesia (KKI), Indonesia Coin Custodian (ICC), Tennet Depository, dan berbagai media kripto nasional, serta 65 anggota dari asosiasi.
“Bulan Literasi Kripto yang diadakan selama satu bulan penuh diharapkan akan dapat mengembangkan industri kripto di Indonesia. Besar harapan kami bahwa BLK ini akan semakin menguatkan kolaborasi kami sebagai regulator dan akan terus menjangkau masyarakat yang lebih luas serta mendorong peningkatan dari transaksi aset kripto di Indonesia. Semoga acara ini juga memberi kemajuan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Plt Kepala Bappebti, Kasan, dalam kegiatan Opening Ceremony BLK 2024.
Roadshow pun telah dilangsungkan pada 6 Mei hingga 29 Mei di sembilan kota, yakni Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Medan, Bali, dan Balikpapan. Setiap roadshow berhasil mendapatkan antusiasme dari para peserta dan komunitas kripto lokal, dengan jumlah registrasi mencapai 300 peserta per kota.
Tokoh penting bagi industri kripto Indonesia seperti Sekretaris Bappebti Olvy Andrianita, S.E., dan edukator kripto seperti Angga Andinata turut berpartisipasi sebagai panelis, mengajak peserta untuk berdiskusi secara mendalam mengenai topik-topik terkait kripto, masa depan keuangan berbasis blockchain hingga investasi kripto anti-FOMO.
Setelah melalui roadshow, BLK menggelar Closing Ceremony yang sekaligus menjadi puncak acara BLK 2024. Acara penutupan digelar terbuka untuk umum pada 30 Mei 2024 di Sky Menara Imperium Lantai 8.
Baca Juga: Bursa Kripto CFX Tutup Rangkaian BLK 2024, Dukung Peningkatan Edukasi dan Literasi Aset Kripto
Pada acara penutupan diadakan sesi bincang-bincang dengan tema “Empowering New Generation Through Crypto Investment” yang menghadirkan public figure yaitu Brandon Salim, Andy Senjaya (full time trader dan content creator), C-Level industri (Indodax dan Triv).
Acara ini juga dihadiri oleh lembaga pemerintahan, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Selain itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) turut mendukung, di mana Asosiasi merupakan Anggota Luar Biasa (ALB) dari KADIN. Ditambah kehadiran Self-Regulatory Organization (SRO) aset kripto, yaitu Bursa CFX, KKI, ICC, serta asosiasi mitra yaitu Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH).
Dalam acara penutupan ini, Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita, mengatakan,”BLK 2024 yang dilaksanakan pada bulan ini dapat efektif memberikan edukasi untuk masyarakat terkait perdagangan aset kripto. Walaupun BLK ditutup hari ini, Literasi Aset Kripto belum usai dan harus terus digalakkan.”
Olvy juga mengingatkan pada dasarnya perdagangan aset kripto bersifat high risk high return sehingga masyarakat juga harus memahami mekanisme perdagangannya, pilih pedagang yang terdaftar di Bappebti, menggunakan dana lebih, bertransaksi untuk koin yang ditetapkan Bappebti, melakukan riset dahulu serta paham dokumen perjanjiannya dan risiko yang timbul, serta jangan percaya pada janji keuntungan yang tetap/tinggi.
BLK 2024 didukung oleh berbagai perusahaan kripto terkemuka di Indonesia dan dunia, seperti DCT Token, INDODAX, Tokocrypto, Liminal, Tether, serta organisasi seperti CFX, AFTECH, dan KADIN.
Dalam kegiatan Bulan Literasi Kripto, Aspakrindo - ABI juga menjalin kerja sama dengan sejumlah media berintegritas, di mana CoinDesk Indonesia dan Coinvestasi berperan sebagai official media partner yang mendukung BLK. Acara penutupan BLK dapat kembali disaksikan di kanal Youtube Aspakrindo - ABI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan