Suara.com - Permintaan global untuk gas alam cair (LNG) diperkirakan meningkat lebih dari 50% pada tahun 2040, karena peralihan batubara-ke-gas industri semakin cepat di Cina dan negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara menggunakan lebih banyak LNG untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka. Hal ini membuka peluang bisnis baru bagi kontraktor terminal receiving LNG di Indonesia, salah satunya PT Perta Arun Gas.
Manager Business Development PT Perta Arun Gas Ratio Fitra Maliki mengatakan, peluang LNG di Asia akan semakin bertumbuh sekitar 47% dan pemenuhan gas sekitar 69% di Asia harus dipenuhi oleh LNG. Terlebih dengan adanya penemuan sumber daya gas bumi di Andaman beberapa waktu lalu.
"Nah ini akan menjadi game changer bagi bisnis gas di Indonesia ketika gas dari Andaman dengan reserve yang mungkin lebih dari 6 BCF itu akan masuk di kawasan Aceh, kemudian pipa Semangke ke Dumai terealisasi dan pipa dari Cirebon ke Batang juga terealisasi, maka Sumatra- Jawa akan terhubung ini akan established," ungkapnya ditulis Jumat (21/6/2024).
Fitra menjelaskan, tantangan LNG di Tanah Air yaitu Indonesia berada di kepulauan yang cukup banyak sehingga tantangannya menjadikan fasilitas harus terintegrasi. Salah satu dari solusi selain gas pipa adalah moda transportasi LNG, baik dengan brake valve ataupun dengan melalui isotank.
"Penemuan gas yang cukup besar baik di Andaman maupun di Kalimantan ini bisa menjadi salah satu jalan untuk mencapai target net zero di 2060," tuturnya.
Menurut Fitra, pengalaman dalam penyediaan infrastruktur dan tetap menyediakan SDM sangat berperan dalam mewujudkan percepatan penyediaan infrastruktur energi di Indonesia.
Fitra menuturkan, saat ini, Pertamina Arun Gas (PAG) juga sedang melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk bisa memanfaatkan terminal Arun untuk mendistribusikan LNG, baik melalui kapal standar kargo atau brake pumpu, maupun isotank.
"PAG sudah mempersiapkan diri untuk menjadi terminal receiving sebagaimana dulu pernah menjalankan bisnis liquefaction gas treating facility yang akan mengalirkan gas ke pipa ataupun liquefaction facility yang akan digunakan untuk mengirim gas melalui moden transportasi LNG, baik di luar negeri ataupun di dalam negeri ini menjadi peluang bagi kita semua untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri," ungkapnya.
Fitra menegaskan bahwa Pertamina Arun Gas sudah merencanakan master plan bisnis ke depan untuk membantu pendistribusian gas baik dalam bentuk gas pipa ataupun LNG Jadi kita sudah membuat master plan siap untuk menerima gas dari hadaman kemudian men-treating ataupun meliquidation.
Baca Juga: Pemerintah Perlu Kompensasi Rp 26,7 T untuk Selisih HGBT: Gunakan EBT untuk Alternatif
"Jadi kita siap untuk menyalinkan gas ke kawasan Indonesia Timur melalui moda LNG ataupun melalui pipa yang akan tersambung antara Sumatera dan Jawa," tuturnya.
Fajar melanjutkan, Perta Arun Gas adalah terminal konversi pertama yang mengkonversi karbon ekspor terminal menjadi resisi terminal dan menjadi satu-satunya konversi terminal di dunia. Perta Arun Gas mengkonversi terminal menjadi ekspor terminal dan regasifikasi terminal. Perta Arun Gas menjadi terminal land base pertama dan terbesar di Indonesia yang menerima kargo untuk regasifikasi dari Tangguh dan Bontang.
Ia menjelaskan, konsumen utama Perta Arun Gas adalah PLN dan PT Pupuk Iskandar Muda, Pertagas Niaga. Pada 2019, Perta Arun gas menjalankan bisnis energy hub yang pada 2022 lalu menjadi terminal ekspor LNG tersibuk di dunia, mengalahkan Singapura, Belanda, dan lain-lain.
Saat ini, Perta Arun gas menjalankan beberapa bisnis utama, di antaranya LNG regasifikasi, LNG Hub, LNG Gassing Up and Cooling Down (GUCD), LNG Isotank Filling Station, LNG & Fuel Oil Bunkering, Utilities Provider, Land Base Logistic, Cold Energy, dan Plant Support Facilities.
"Saat ini dari bisnis LNG, kami menerima LNG dari seluruh dunia," kata Fitra.
Fitra menurutkan, terminal LNG milik Perta Arun Gas mereksport LNG ke Asia Pasifik, terutama di China. Plan Availability Factor di terminal Perta Arun Gas cukup tinggi sehingga menjadikan terminal cukup dipercaya oleh pemain-pemain dunia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen
-
IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya
-
Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement