Suara.com - AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia, yang menjadi bagian dari kampanye global Save Our Society (SOS), menekankan pentingnya peran negara-negara Asia dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam negosiasi Kesepakatan Pandemi WHO yang mendekati akhir.
Mengingat pengalaman langsung terkait dampak pandemi COVID-19, kawasan ini perlu membentuk kerangka kerja yang mendesentralisasi pendekatan terhadap kesiapsiagaan dan respons pandemi, serta melindungi semua negara.
Kemajuan ekonomi dan teknologi di Asia memberikan posisi unik bagi kawasan ini untuk mendorong kerangka kerja yang adil, menguntungkan negara-negara di wilayah tersebut serta negara-negara berpenghasilan rendah di seluruh dunia.
Dengan kemampuan manufaktur yang ada dan kemitraan lintas negara dalam ASEAN, ada peluang besar untuk meningkatkan ketahanan kesehatan di seluruh negara Asia dan Global South.
"Pandemi COVID-19 menunjukkan adanya kesenjangan serius dalam akses layanan kesehatan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Akses terhadap vaksin dan pasokan penyelamat kehidupan sangat tertinggal dibandingkan dengan negara-negara kaya. Dengan memajukan produksi yang terdesentralisasi dan berbagi teknologi, Asia dapat memimpin dalam menciptakan kerangka kesehatan global yang lebih adil dan siap," ujar Asep Eka Nurhidayat, Country Program Manager AHF Indonesia.
"Dengan komitmen bersama untuk mencapai kesetaraan, kita dapat menciptakan Kesepakatan Pandemi yang tidak hanya bermanfaat bagi Asia tetapi juga membangun ketahanan untuk semua, sehingga tidak ada wilayah yang dibiarkan rentan saat krisis terjadi di masa depan," imbuhnya.
Para advokat dari kampanye SOS mendesak agar kesepakatan pandemi yang baru mencakup beberapa hal penting:
1. Perlunya mekanisme konkret untuk memfasilitasi produksi vaksin, diagnostik, dan terapi di negara-negara Global South. Ini memerlukan peta jalan yang mengikat untuk transfer pengetahuan, teknologi, dan pembiayaan berkelanjutan.
2. Diperlukan ketentuan yang mengikat agar transfer teknologi tidak hanya bersifat sukarela, tetapi juga memberikan fleksibilitas kepada negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk menggunakan cara non-sukarela dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Kartu Prakerja Catat Prestasi Signifikan Hingga Dapat Puja-puji Dunia
3.Kesepakatan harus menjamin komitmen finansial jangka panjang dari negara-negara berpenghasilan tinggi untuk mendukung kesiapsiagaan dan respons pandemi di negara-negara LMIC (negara berpenghasilan rendah dan menengah).
4. Pentingnya peran masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan diakui dalam tata kelola kesehatan global. Model tata kelola yang melibatkan partisipasi masyarakat dapat meningkatkan legitimasi dan akuntabilitas serta menciptakan sistem yang lebih adil dalam menangani ancaman kesehatan global.
Saat negosiasi Kesepakatan Pandemi mencapai tahap krusial, AHF kembali mengingatkan negara-negara Asia untuk mendukung perjanjian yang dapat mempromosikan kesetaraan dalam kesehatan masyarakat dan membangun masa depan yang lebih tangguh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026