Suara.com - Kim Seon Ho menjadi salah satu aktor yang mendapatkan popularitas tinggi. Hal ini berkat kemamluan aktingnya di beberapa drama.
Sebut saja drama Waikiki 2, Start Up hingga Hometown Cha Cha sukses mendapatkan rating tinggi. Hal itu membuat kekayaanya diperkirakan melonjak hingga Rp 114 miliar.
Namun, di balik kerja kerasanya dalam mengumpulkan kekayaanya ternyata dirinya pernah mendapatkam gaji yang rendah bahkan di bawah upah minimum regional (umr).
Dilansir Koreaboo, saat membintangi Sherlock pada 2012, Kim Seon Ho dibayar 18 ribu won per hari atau sekitar Rp 230 ribu.
Dengan gaji tersebut, ia hanya bisa membeli makan dan transportasi ke lokasi pertunjukan.
Dia pun mengeluh bahwa pendapatannya kala itu hanya cukup untuk memenuhi biaya hidupnya.
"Setelah membayar biaya mobil, makanan, dan tagihan telepon, tidak banyak yang tersisa untuk hidup. Namun, saat itu aku tinggal bersama orang tuaku dan merasa senang bisa mengejar impianku," cerita Kim Seon Ho.
Dia pun membangun keterampilan aktingnya perlahan-lahan setelah lulus dari kuliahnya.
“Setelah lulus dari perguruan tinggi, saya khawatir tentang bagaimana saya bisa berakting, dan mulai tampil dari audisi. Saya mulai tampil dalam drama ‘Sherlock,’ dan di beberapa acara," bebernha.
"Intinya, saya berpikir, ‘Pertunjukan seperti apa yang ingin saya lakukan?’ Saya pikir, suatu hari, saya bertanya kepada aktor tersebut bagaimana dia bisa tampil, dan saya mengikuti audisi untuk penampilan itu,"tambahnha
Namun, saat ini Kim Seon Ho telah menjadi salah satu aktor yang dikenal hingga mancanegara dan mendapatkan bayaran yang berkali-kali lipat.
Baca Juga: Janda Cantik Goo Hye Sun Punya Kekayaan Rp 212 Miliar
Berita Terkait
-
Tatap 2026, ILHOON Siap Gebrak Panggung Musik dengan Album Baru dan Konser Solo Maedup
-
Rumor Kontrak Iklan Kim Seon Ho Diputus Terbantahkan, Brand Tetap Berjalan
-
Perjalanan Cinta EJAE dan Sam Kim: Dari Rekan Kerja Hingga Pelaminan
-
Sinopsis Portraits of Delusion, Ajang Reuni Kim Seon Ho dan Bae Suzy
-
Sinopsis Can This Love Be Translated?: Saat Bahasa Kalbu Lebih Sulit dari Bahasa Asing
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore
-
Pasok 2.800 ton Beras untuk Jemaah Haji, Bulog Minta Bangun Gudang di Arab Saudi
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana di Tapanuli Selatan
-
Aturan Wajib Label untuk Produk Tinggi Gula Ditargetkan Rampung Tahun Ini
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
OJK Bongkar Borok UOB saat Antar Perusahaan Melantai Bursa
-
Purbaya Bantah Tudingan Menkes soal Pemerintah Tak Punya Uang Biayai Penerima BPJS Kesehatan
-
Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?
-
Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi
-
BEI: 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen