Suara.com - Bursa saham Asia diperkirakan mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (6/3/2025), menyusul reli di Wall Street setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyetujui penundaan tarif baru bagi produsen mobil asal Meksiko dan Kanada.
Keputusan ini memberikan sentimen positif bagi pasar, sementara obligasi Jerman mengalami lonjakan penjualan akibat peningkatan belanja pertahanan negara tersebut.
Indeks saham berjangka di Jepang, Australia, dan Hong Kong mencatat kenaikan, mencerminkan optimisme investor. Di pasar AS, indeks S&P 500 ditutup menguat 1,1% pada Rabu (5/3/2025), sedangkan Nasdaq 100, yang didominasi saham teknologi, melonjak 1,4%. Saham perusahaan China yang terdaftar di AS juga mengalami lonjakan signifikan, dengan kenaikan 6,4%—tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Di sisi nilai tukar, indeks dolar AS melemah 1% terhadap mayoritas mata uang utama, dengan pelemahan terbesar terhadap euro. Yen Jepang menguat sekitar 0,6%, mendekati level 149 per dolar AS.
Sementara itu, Gedung Putih menegaskan bahwa penundaan tarif mobil di Meksiko dan Kanada akan berlangsung selama satu bulan. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa Trump masih mempertimbangkan kemungkinan pengecualian tarif tambahan setelah berdiskusi dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
Di kawasan Asia, sejumlah data ekonomi yang akan dirilis meliputi tingkat pengangguran di Filipina, inflasi di Vietnam, serta keputusan suku bunga di Malaysia. Dari China, pemerintah mengumumkan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% untuk tahun 2025 dalam sidang parlemen tahunan pada Rabu (5/3/2025).
Ini menjadi kali pertama dalam lebih dari satu dekade terakhir Beijing mempertahankan target yang sama selama tiga tahun berturut-turut. Presiden Xi Jinping menegaskan komitmen China untuk terus mengejar pertumbuhan ekonomi yang ambisius, meskipun ketegangan perang dagang masih berlangsung.
IHSG Diprediksi Menguat, Rekomendasi Saham Pilihan
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Kamis (6/3/2025), meskipun pada sesi sebelumnya ditutup di zona merah. Berdasarkan riset harian MNC Sekuritas, IHSG tercatat menguat 2,37% ke level 6.531 pada perdagangan Rabu (5/3/2025), didorong oleh meningkatnya volume pembelian. Namun, penguatan ini masih tertahan oleh level resistance di 6.570.
Baca Juga: Dirut MIND Maroef Sjamsoeddin: Profil, Karier dan Perannya dalam Kasus Riza Chalid
Secara teknikal, MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa jika IHSG mampu menembus level 6.570, maka indeks berpotensi melanjutkan kenaikan ke kisaran 6.615-6.639 sebagai target terdekat. Namun, jika terjadi koreksi dan indeks turun menembus level 6.203, IHSG berpeluang menguji level support berikutnya di 6.122. Support IHSG diperkirakan berada di level 6.297 dan 6.203, sementara resistance terdekat berada di kisaran 6.639 dan 6.698.
Sementara itu, analisis harian dari BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham unggulan, antara lain BBRI, BUMI, BMRI, PSAB, KLBF, dan BRIS.
Sentimen Global: Data Ekonomi AS dan Pergerakan Minyak Dunia
Dari Amerika Serikat, data klaim pengangguran awal yang akan dirilis pada Kamis menjadi perhatian pasar menjelang laporan payroll bulanan yang dijadwalkan terbit pada Jumat (7/3/2025).
Pelaku pasar juga memantau pergerakan indeks S&P 500, yang menurut proyeksi pedagang opsi berpotensi bergerak 1,3% ke salah satu arah, mencatatkan pergerakan harian terbesar sejak gejolak bank regional pada Maret 2023.
Di sisi komoditas, harga minyak dunia turun lebih dari 2% pada Rabu, seiring dengan langkah para pedagang dalam menyesuaikan keseimbangan pasar terhadap dampak tarif AS. Sementara itu, OPEC+ memperkirakan peningkatan pasokan global sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan yang sedang berlangsung.
Berita Terkait
-
Skype: Profil Perusahaan, Pendiri dan Pemilik Sahamnya
-
IHSG Pagi Ini Masuk Zona Hijau, Tapi Diproyeksi Melemah
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound, Wall Street Masih Tertekan Gegara Ulah Trump
-
Saham SRIL di Ujung Delisting, Bursa Tunggu Keputusan Pailit Resmi
-
Dirut MIND Maroef Sjamsoeddin: Profil, Karier dan Perannya dalam Kasus Riza Chalid
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN
-
Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax
-
Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana
-
Profil Dirut PLN Disorot Pasca Blackout Sumatra, Sosoknya Anak Jenderal TNI
-
Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS
-
Industri Migas RI Hadapi Ancaman Infrastruktur Tua, Apa Solusinya
-
4 Saham RI Kembali Terlempar dari Indeks Global FTSE Russell, Ini Penyebabnya
-
IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun
-
Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau
-
AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!