Suara.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Kebun Gunung Mas, kawasan Puncak Bogor.
Kegiatan tanam pohon ini merupakan langkah nyata PTPN I mendukung Pemerintah dalam pelestarian alam.
Aksi tanam pohon oleh PTPN I dilakukan bertahap setiap tahunnya, tidak hanya di Puncak Bogor melainkan di wilayah kerja PTPN I yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi.
Program besar PTPN I ini bertajuk "Penanaman Satu Juta Pohon" dengan skema Multiyears (maksimum 5 Tahun) secara berkelanjutan melalui penggunaan pola yaitu tanam, rawat dan tumbuh.
Program ini bertujuan mengembalikan kelestarian alam dan fungsi daerah resapan air. Dari aspek sosial, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Penanaman pohon di Kawasan Puncak Bogor mendapat apresiasi dan dukungan dari stakeholders, yang turut hadir dan ikut menaman pohon yaitu Menteri Kehutanan Rajajuli Antoni, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Provinsi Buky Wibawa, Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim, Jajaran Dirjen Kementerian Kehutanan dan Forkopimda termasuk Direksi PTPN I serta Direksi Perhutani.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyampaikan penjelasan tentang program penanaman satu juta pohon, termasuk di Kawasan Puncak Bogor.
“Penanaman Satu Juta Pohon ini dilaksanakan di areal internal yaitu konsensi PTPN I dan areal eksternal yaitu diluar konsensi PTPN I. Areal konsensi PTPN I meliputi Daerah Aliran Sungai (Sempadan), Areal Marjinal (kemiringan ekstrim dan gersang), Tanaman Pinggir Jalan Kebun (Main Road dan Production Road) serta Areal Emplasemen (Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum). Sedangkan areal eksternal meliputi, Taman Kota, Kawasaan Hutan, Daerah Aliran Sungai (Sempapdan) dan Areal Kerja Sama Konsensi sehingga total luas areal untuk Program Penanaman Satu Juta Pohon ini adalah seluas 638,9 Ribu Ha.” Jelas Teddy ditulis Senin (24/3/2025).
Realisasi kegiatan penanaman pohon di Kebun Gunung Mas atau Kawasan Puncak Bogor selama ini sudah sering dilaksanakan dan dilakukan secara berkelanjutan.
Baca Juga: PTPN Dukung Penyelesaian Masalah Proyek Pabrik Gula Djatiroto
“Kami sebelumnya telah melakukan aksi tanam pohon di Kebun Gunung Mas PTPN I Regional 2 atau Kawasan Puncak Bogor secara berkelanjutan setiap tahunnya. Seperti tanam pohon mandiri di beberapa titik Gunung Mas seluas 48,09 Ha sebanyak 19,622 pohon dan tanam pohon bersama Kementerian Kehutanan seluas 2.5 Ha sebanyak 1,110 pohon.’ Tambah Teddy.
Jenis pohon yang ditanam yaitu Tanaman Konversi (Pinus, Mahoni, Cemara, Akasia, Sangon, Aren dan Bambu), Tanaman Produktif (Durian, Mangga, Alpukat, Kopi dan Kako), serta Tanaman Endemik (ditentukan berdasarkan spesies asli tiap daerah untuk menjaga keseimbangan ekosistem).
Selain kegiatan penanaman pohon, acara ini juga diisi dengan kegiatan penanaman atau penyulaman tanaman teh. Kegiatan ini terbagi dalam beberapa tahap.
Tahap 1 yang saat ini sedang dilaksanakan merupakan kolaborasi antara PTPN I dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yang meliputi kegiatan normalisasi area DAS Hulu Ciliwung sepanjang 2,5 Km dan reboisasi kawasan puncak di area okupasi lahan seluas 65,37 Ha atau sebanyak 43.185 Pohon.
Kegiatan penanaman atau penyulaman tanaman teh di Kebun Gunung Mas PTPN I Regional 2 dilaksanakan dibeberapa areal blok Kebun Gunung Mas dengan total sebanyak 20.000 pohon.
Hal ini menunjukkan komitmen PTPN I tidak hanya dalam pelestarian lingkungan, tetapi juga dalam menjaga produktivitas dan kualitas tanaman teh sebagai salah satu komoditas unggulan perusahaan.
Sebelumnya, PTPN I juga telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya menjaga pelestarian alam melalui penanaman pohon, diantaranya ikut serta dalam Program Penghijauan di Kawasan Konversi Das Landak, Program Agroforestry dengan Mabes AD serta ikut andil dalam raker dan pembibian konservasi.
“Dengan dilaksanakannya program ini, PTPN I berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menerapkan praktik-praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program Penanaman Satu Juta Pohon diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya pelestarian alam dan pengembalian fungsi puncak sebagai daerah resapan air. Maka, kolaborasi dan sinergi dengan stakeholders seperti Forkopimda, Kementerian/Lembaga Terkait, Tokoh Adat dan Masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan program ini,” tutup Teddy.
Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menyampaikan bahwa program penanaman satu juta pohon ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan timbulnya cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi serta sebagai upaya menjaga kelestarian alam.
"PTPN I berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui program- program yang berkelanjutan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo
-
Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya
-
Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari
-
Defisit APBN Capai Rp 54,6 T per Januari 2026, Purbaya Klaim Masih Terkendali
-
Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri
-
Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump
-
7 Fakta Penting di Balik Proses Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
-
IHSG Menghijau 1,35% di Sesi I, 480 Saham Melesat
-
Pengendali Borong 4,49 Miliar Saham BUKA, Rogoh Kocek Rp674 Miliar
-
File APK Berkedok Undangan Kuras Rekening di Batang, Pakar: Nasabah Harus Lebih Awas