Suara.com - Dalam upaya mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemerintah terus mengembangkan skema pembiayaan yang ramah dan terjangkau melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu bentuk pembiayaan yang kini semakin diminati adalah KUR Syariah, yang ditawarkan oleh lembaga keuangan berbasis prinsip Islam, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI).
Berbeda dari KUR konvensional, KUR Syariah tidak menggunakan sistem bunga (interest) dalam skema pembiayaannya, melainkan menerapkan akad-akad syariah yang bebas riba. Hal ini menjadikannya sebagai pilihan menarik bagi pelaku usaha yang ingin menjalankan usahanya sesuai prinsip syariah. Dengan tenor yang fleksibel dan margin keuntungan yang kompetitif, pelaku UMKM bisa lebih tenang dalam mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.
BSI sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia tidak hanya dikenal sebagai bank tabungan haji dan umrah, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam mendukung pelaku UMKM melalui program KUR Syariah. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmen pelaku usaha dengan menawarkan tiga jenis produk pembiayaan, yakni KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil.
1. BSI KUR Super Mikro
Program ini ditujukan untuk pelaku usaha pemula atau usaha berskala sangat kecil. Plafon pembiayaannya maksimal hingga Rp10 juta.
Syarat umum:
Warga Negara Indonesia (WNI) dan cakap hukum
Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
Usaha telah berjalan minimal 6 bulan
Dokumen yang dibutuhkan:
Fotokopi KTP pemohon dan pasangan
Fotokopi Kartu Keluarga atau akta nikah
Bukti legalitas usaha
2. BSI KUR Mikro
Program ini menawarkan pembiayaan mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta, cocok bagi pelaku usaha kecil yang ingin menambah modal kerja atau memperluas usahanya.
Syarat dan dokumen serupa dengan KUR Super Mikro, yakni:
Baca Juga: Perluas Layanan Pelosok, BSI Targetkan 123 Ribu Agen hingga Akhir 2025
WNI, usia minimal 21 tahun/menikah
Usaha berjalan minimal 6 bulan
Dokumen KTP, KK, dan legalitas usaha
3. BSI KUR Kecil
Bagi pelaku usaha menengah yang membutuhkan pembiayaan dalam jumlah lebih besar, tersedia KUR Kecil dengan plafon mulai dari Rp50 juta hingga Rp500 juta.
Syarat tambahan untuk KUR ini meliputi:
Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Dokumen agunan sebagai jaminan tambahan
Melalui program ini, BSI berharap dapat memberikan akses permodalan yang inklusif, beretika, dan menguntungkan bagi UMKM. Sistem margin keuntungan yang tetap serta pembiayaan yang bebas denda keterlambatan juga menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha, terutama yang ingin menjalankan usahanya tanpa tekanan sistem riba.
Berita Terkait
-
Solusi Pinjaman Syariah Tanpa Riba, Tenor Panjang dan Plafon Sampai Rp150 Juta!
-
BSI Alami Lonjakan Transaksi 40%, Apa Penyebabnya?
-
UMKM Merapat! KUR BRI 2025 Hadir dengan Suku Bunga Super Ringan dan Syarat Mudah
-
Tips Ajukan KUR BRI untuk Kembangkan Usaha Pasca Lebaran
-
Perluas Layanan Pelosok, BSI Targetkan 123 Ribu Agen hingga Akhir 2025
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja