Suara.com - Pengguna jalan tol di Indonesia perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan tarif tarif tol yang terjadi di sejumlaah ruas. Berdasarkan data yang terhimpun, diperkirakan terdapat sekitar 38 ruas jalan tol yang berpotensi mengalami penyesuaian tarif sepanjang tahun 2025.
Ruas-ruas tol ini terbagi dalam beberapa kategori waktu implementasi. Tercatat, satu ruas tol telah mengalami kenaikan tarif di awal tahun ini, sementara empat ruas lainnya yang sebenarnya sudah memiliki Surat Keputusan (SK) tarif baru, pemberlakuannya masih ditangguhkan oleh pemerintah.
Selain itu, terdapat pula 12 ruas jalan tol yang seharusnya sudah mengalami penyesuaian tarif, bahkan beberapa di antaranya sejak tahun sebelumnya. Saat ini, ruas-ruas tersebut masih dalam tahap verifikasi pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Lebih lanjut, sejumlah besar ruas tol, yakni sebanyak 22 ruas, dijadwalkan akan mengalami kenaikan tarif secara bertahap mulai bulan Mei hingga Desember 2025. Perlu digarisbawahi bahwa penyesuaian tarif jalan tol secara reguler dilakukan setiap dua tahun sekali.
Mekanisme penyesuaian ini didasarkan pada tingkat inflasi yang terjadi serta hasil evaluasi terhadap pemenuhan SPM jalan tol yang bersangkutan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.
Pada tahun 2025, tercatat satu ruas jalan tol yang telah memberlakukan penyesuaian tarif, yaitu ruas Soreang - Pasir Koja. Penyesuaian tarif pada ruas ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) Nomor 43/KPTS/M/2025 tanggal 16 Januari 2025.
Di samping itu, terdapat empat ruas jalan tol yang telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) tarif baru, namun implementasinya ditunda oleh pemerintah. Keempat ruas tersebut adalah:
Tangerang - Merak (berdasarkan Kepmen PUPR Nomor 176/KPTS/M/2025 tanggal 10 Februari 2025)
Krian - Legundi - Bunder - Manyar (berdasarkan Kepmen PUPR Nomor 330/KPTS/M/2025 tanggal 4 Maret 2025)
Semarang ABC (berdasarkan Kepmen PUPR Nomor 399/KPTS/M/2025 tanggal 26 Maret 2025)
Bogor Ring Road (berdasarkan Kepmen PUPR Nomor 398/KPTS/M/2025 tanggal 26 Maret 2025)
Khusus untuk ruas jalan tol Tangerang - Merak dan Krian - Legundi - Bunder - Manyar, pemerintah mengambil kebijakan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif hingga setelah periode Hari Raya Idulfitri (Lebaran) tahun 2025.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran, Lonjakan Jumlah Pengendara Terjadi di Jalan Tol Sumut, Kalimantan Timur dan Bali
Keputusan ini dilatarbelakangi oleh pemahaman pemerintah bahwa saat ini masyarakat tengah menghadapi berbagai kebutuhan finansial selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri, sehingga penundaan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat pada periode tersebut.
Sementara itu, untuk ruas jalan tol Semarang ABC dan Bogor Ring Road, proses sosialisasi mengenai penyesuaian tarif kepada masyarakat akan segera dimulai. Setelah proses sosialisasi yang dianggap cukup, pemberlakuan tarif baru pada kedua ruas tol ini direncanakan akan diterapkan pada bulan April 2025.
Berikut adalah rincian ruas jalan tol yang akan mengalami penyesuaian tarif pada tahun 2024 dan 2025, dan saat ini masih dalam tahap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM):
Kayuagung - Palembang (Jadwal Januari 2023)
Serang - Panimbang (Jadwal November 2023)
Pandaan - Malang (Jadwal Desember 2024)
SS Waru - Bandara Juanda (Jadwal Februari 2025)
Semarang - Demak Seksi 2 (Jadwal Februari 2025)
Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Jadwal Februari 2025)
Depok - Antasari (Jadwal Maret 2025)
Kunciran - Serpong (Jadwal Maret 2025)
Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Jadwal Maret 2025)
Balikpapan - Samarinda (Jadwal Maret 2025)
Medan - Binjai (Jadwal April 2025)
Bakauheni - Terbanggi Besar (Jadwal April 2025)
Selanjutnya, berikut adalah daftar ruas jalan tol yang sesuai dengan jadwalnya akan mengalami penyesuaian tarif tol mulai bulan Mei hingga Desember 2025:
Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Mei 2025)
Padalarang-Cileunyi (Mei 2025)
Palimanan-Kanci (Juli 2025)
Cibitung-Cilincing Seksi 2,3,4 (Juli 2025)
Jakarta-Bogor-Ciawi (Juli 2025)
Prof. Dr. Ir. Soedijatmo (Juli 2025)
Cimanggis-Cibitung Seksi 1 dan 2A (Juli 2025)
Ngawi-Kertosono (Juli 2025)
Kanci-Pejagan (Agustus 2025)
Gempol-Pasuruan (Agustus 2025)
Solo-Mantingan-Ngawi (Agustus 2025)
Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Agustus 2025)
Surabaya-Gempol (September 2025)
Ujung Pandang Seksi 1-3 (September 2025)
Semarang-Batang (September 2025)
Pemalang-Batang (Oktober 2025)
Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Oktober 2025)
Semarang-Solo (November 2025)
Jakarta Outter Ring Road (November 2025)
Pejagan-Pemalang (Desember 2025)
Cinere-Jagorawi (Desember 2025)
Cengkareng-Kunciran (Desember 2025)
Berita Terkait
-
Pemerintah Ungkap Nasib Pembangunan Tol Puncak Setelah Efisiensi Anggaran
-
Tol Beton Bikin Mobil Awet? Ini Faktanya dan Tips Berkendara Aman
-
Selamat dari Ketinggian 5 Meter: Kisah Mengagumkan BMW 7 Series dan Teknologi Penyelamatnya
-
Berkendara Nyaman dan Aman di Jalan Beton, Ini Tipsnya
-
Terlalu 'Taat' pada Google Maps, BMW Terjun Bebas di Jalan Tol
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
BI Batasi Pembelian Tunai Dolar Mulai April, Rupiah Terus Melemah
-
Jelang Libur Panjang, IHSG Melonjak ke 7.106 Didorong Wall Street
-
Iran Mulai Longgarkan Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Nasib Kapal Pertamina yang Terjebak
-
Panen Cuan di Bulan Suci, UMKM Lokal Catat Kenaikan Penjualan Drastis
-
Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
-
3 Rekomendasi Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2026
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
-
Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps
-
500 Pemudik Mengikuti Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 dari Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang