Para pendiri kini telah mengundurkan diri dari dewan direksi setelah mendapat perintah dari Sebi. Regulator juga telah melarang para promotor dari aktivitas apa pun di pasar saham. Semua ini menyusul eksodus massal para pemimpin senior BluSmart, termasuk kepala eksekutif dan kepala teknologi bulan lalu.
Kisah ini juga telah menyebabkan jutaan dolar uang investor hilang, dengan harga saham GEL anjlok sekitar 90% tahun lalu. Para direktur independen memiliki "tanggung jawab fidusia, mereka harus bertanggung jawab", kata Dr. Aniruddha Malpani, seorang investor malaikat aktivis.
Anil Singhvi yang menjalankan firma penasihat tata kelola perusahaan, mengatakan kepada BBC bahwa insiden tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang terus berlanjutnya kelalaian tata kelola di perusahaan rintisan India, di mana para pendiri sering tertangkap basah "berbuat ceroboh".
Meskipun BluSmart merupakan "kerugian tambahan", katanya, ada tanda tanya tentang seberapa berkelanjutan model bisnisnya, mengingat kerugian yang terus berlanjut, meningkatnya persaingan, dan melambatnya belanja konsumen di India yang dapat menyebabkan gagal bayar.
Saat ini GEL menyatakan pihaknya tengah berupaya menstabilkan operasinya menyusul pengungkapan tersebut.
Berita Terkait
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Pak Tarno Kena Apes Lagi, Diteror Dept Collector karena Mobil Digadai Orang Dekat Diam-Diam
-
7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya
-
Viral Lagi, Kondisi Pak Tarno Jualan Mainan di Kursi Roda Bikin Miris
-
KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari