Suara.com - Perusahaan Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH) segera melakukan pemutusan hubungan kerja (phk) dengan karyawannya. Hal ini sudah keputusan dari direksi LVMH sendiri. Perusahaan ini dimiliki oleh Bernard Arnault seorang miliader terkenal.
Menariknya, Bernard Arnault memiliki anak bernama Frédéric Arnault yang saat ini menjadi kekasih Lisa BLACKPINK. Adapun, para eksekutif baru di divisi anggur dan minuman beralkohol LVMH bermaksud phk sekitar 1.200 pekerjaan dari jumlah karyawan saat ini yang mencapai 9.400.
Moët Hennessy akan memangkas lebih dari 10% tenaga kerja globalnya sebagai bagian dari upaya restrukturisasi besar-besaran untuk mengatasi penurunan penjualan dan kenaikan biaya. Dilansir Financial Times, divisi anggur dan minuman beralkohol raksasa mewah LVMH saat ini mempekerjakan sekitar 9.400 orang.
Kepala eksekutif Jean-Jacques Guiony memberi tahu staf minggu ini bahwa sekitar 1.200 peran akan dihilangkan, sehingga divisi tersebut kembali ke tingkat staf tahun 2019. Sedangkan, pendapayan di Moët Hennessy telah turun ke level tahun 2019. Tapi biaya operasional telah melonjak 35% selama periode yang sama.
"Ini adalah organisasi yang dibangun untuk bisnis dengan skala yang jauh lebih besar,. Orang-orang menyadari. bahwa [membangun kembali penjualan] ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat," katanya.
Selain itu, penjualan anjlok dan perombakan strategis serta pemotongan sebagian besar akan dilakukan melalui pengurangan alami. Lalu, menugaskan kembali staf ke area lain dalam bisnis. Moët Hennessy telah menerapkan pembekuan perekrutan, dan pimpinan tidak menentukan jadwal pengurangan.
Restrukturisasi ini dilakukan saat Moët Hennessy bergulat dengan penurunan tajam dalam permintaan. Penjualan organik turun 9% pada kuartal pertama tahun 2025, menjadikannya divisi dengan kinerja terlemah di LVMH, di mana secara keseluruhan penjualan organik di seluruh bisnis turun 3%.
Wakil CEO Alexandre Arnault, yang bergabung dengan divisi tersebut bersama Guiony pada bulan Februari, mengakui kepada staf bahwa krisis ini tidak biasa dalam cakupannya. “Biasanya di LVMH ketika anggur dan minuman beralkohol tidak berjalan dengan baik, mode berjalan dengan baik atau beberapa [bagian lain dari bisnis] berkinerja berbeda. Saat ini semuanya tidak berjalan dengan sangat baik," katanya.
Sementara itu, sebuah video internal yang ditonton oleh FT menunjukkan bahwa diskusi seputar pemutusan hubungan kerja dimulai sebelum Guiony dan Arnault mengambil alih kendali. Pembekuan perekrutan telah diberlakukan sejak paruh kedua tahun 2023, dan sekitar 70 posisi telah dihapuskan di Tiongkok tahun ini dari rencana 100.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Moët Hennessy mengonfirmasi langkah tersebut. "Meskipun bisnis Moët-Hennessy telah kembali ke level tahun 2019, Moët-Hennessy kemarin mengumumkan niatnya untuk menyesuaikan organisasinya dan secara bertahap kembali ke level staf tahun 2019, terutama dengan mengelola pergantian alami dan tidak mengisi posisi yang kosong," bebernya.
Baca Juga: 1.200 Agen Rahasia Amerika Kena PHK, Berapa Pesangonnya?
Guiony meyakinkan staf bahwa penurunan saat ini adalah bagian dari sebuah siklus. “Situasinya buruk tetapi akan membaik,” katanya, meskipun ia memperingatkan bahwa tarif AS menambah lapisan ketidakpastian lain pada prospek perusahaan.
Sebagai informasi, Moët Hennessy adalah sebuah perusahaan minuman beralkohol yang merupakan bagian dari konglomerat LVMH. LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton) adalah sebuah perusahaan multinasional yang mengoperasikan lebih dari 70 merek mewah, termasuk Moët Hennessy yang fokus pada anggur dan minuman keras seperti champagne dan cognac.
LVMH terbentuk melalui penggabungan antara Louis Vuitton (perusahaan barang mewah) dan Moët Hennessy (grup minuman mewah) pada tahun 1987. Moët Hennessy sendiri memiliki berbagai merek terkenal seperti Moët & Chandon, Krug, Veuve Clicquot, Hennessy, dan banyak lagi.
Tag
Berita Terkait
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri