Komentar lainnya bahkan lebih tajam, menyebut bahwa Pi Network hanya mengandalkan 'permainan pemasaran' dan mempertanyakan struktur jaringan yang dinilai masih terlalu terpusat.
"Sebagian besar pengguna Anda berasal dari Tiongkok... Mereka telah menghabiskan banyak uang untuk memasang node, tetapi node tersebut tidak ada artinya. Anda mengendalikan semuanya melalui server pusat ini benar-benar curang," cuit seorang pengguna lainnya.
Kekecewaan ini banyak datang dari para penambang awal (early miners) yang merasa tidak mendapatkan kejelasan terkait proses migrasi ke jaringan utama. Sebagai penambang lama, kami menantikan pengungkapan waktu spesifik dan detail migrasi. Ini lebih penting daripada apa pun. Nilai besar masa depan masih bergantung pada konstruksi penambang," ungkap pengguna lain.
Dengan janji ekosistem baru yang akan diumumkan hari ini, Pi Network berada di persimpangan penting, antara menyongsong masa depan sebagai pionir Web3 berbasis komunitas atau menghadapi krisis kepercayaan dari dalam basis penggunanya sendiri. Semua mata kini tertuju ke Toronto, menantikan apakah Pi akan menjawab harapan atau justru memperpanjang ketidakpastian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan