Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) emiten pengelola kawasan PIK2 meluncurkan Permata Golf Residences, sebuah kompleks hunian super-eksklusif yang menempel manja di sisi lapangan golf 27 holes berstandar internasional seluas ±102 hektare yang diklaim sebagai yang terbesar di jantung PIK2.
Harga yang ditawarkan pun tak main-main, mulai Rp38 juta/meter.
"Permata Golf Residences bukan sekadar hunian ini adalah investasi bernilai tinggi bagi masa depan," tegas Sales & Marketing Director PIK2, Lucia Aditjakra, pada Minggu (18/5/2025).
Menurut dia lapangan golf megah dengan lanskap hijau memukau dan sentuhan desain modern ini bukan hanya surga bagi para pegolf, tetapi juga menjadi oasis ketenangan dan ruang interaksi sosial yang berkelas.
Permata Golf Residences yang membentang di atas lahan ±300 hektare hadir dengan konsep green provision yang ambisius. Dikelilingi nuansa alam yang menenangkan, hunian ini menjadi pelarian ideal bagi kaum urban yang mendambakan kenyamanan paripurna, privasi eksklusif, dan aksesibilitas tanpa kompromi.
Penghuni akan dimanjakan dengan beragam fasilitas premium, antara lain:
• Lapangan golf 27 holes seluas ±102 Ha
• Grand Clubhouse dengan infinity pool dan gym menghadap kolam
• Jalur jogging dan sepeda yang mengelilingi danau 5,2 Ha
• Taman bermain anak
• Akses ke berbagai fasilitas utama PIK2: Miami Beach, Taman Bhineka Ecopark, Fresh Market, Townhub, Milenial Park, Si Mian Fo, hingga sekolah internasional seperti Tzu Chi School dan Australia International School
Dari segi aksesibilitas, Permata Golf Residences memiliki lokasi yang sangat strategis. Hanya sekitar 3 menit dari Toll Interchange 3 PIK2, para penghuni dapat bermobilitas dengan mudah dan cepat menuju berbagai pusat bisnis dan hiburan di Jakarta dan sekitarnya. Kemudahan ini menjadi nilai tambah tak ternilai bagi para profesional dan keluarga modern yang memiliki mobilitas tinggi.
Dengan harga mulai Rp38 juta per meter persegi, Permata Golf Residences bukan hanya sekadar pilihan hunian, melainkan juga investasi properti yang menjanjikan. Terutama bagi keluarga modern yang mengutamakan kualitas hidup, fasilitas lengkap, dan lingkungan yang eksklusif, serta kalangan profesional yang mencari prestige dan kemudahan akses di jantung Jakarta. PIK2 sekali lagi membuktikan diri sebagai destinasi impian bagi mereka yang mendambakan kemewahan hidup yang sesungguhnya.
Sementara berdasarkan kinerja emiten kongsian Agung Sedayu Group dan Salim Group ini mencatatkan penurunan tajam pada kinerja keuangan kuartal I-2025. PANI membukukan laba bersih sebesar Rp49,57 miliar, anjlok 59,48 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp 122,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Emiten Pengelola Hotel Sahid Rombak Jajaran Petinggi, Targetkan Rp160 Miliar Pendapatan
Meski demikian pencapaian pre-sales telah mencapi Rp466 miliar selama kuartal I-2025. Capaian ini setara dengan 9 persen dari target tahunan sebesar Rp5,3 triliun.
Penurunan laba PANI sejalan dengan penurunan pendapatan menjadi Rp611,97 miliar dari Rp640,35 miliar di kuartal I-2024. Mayoritas pendapatan masih disumbang dari segmen penjualan tanah dan bangunan yang mencapai Rp604,95 miliar.
Sementara itu, pendapatan dari sewa hanya sebesar Rp138,52 juta dan segmen lainnya Rp6,88 miliar. Meski beban pokok pendapatan menurun tipis menjadi Rp267,98 miliar dari Rp269,15 miliar, penurunan pendapatan tetap menekan laba kotor PANI yang turun 7,33 persen menjadi Rp343,98 miliar.
Laba per saham dasar pun ikut tergerus menjadi Rp2,94/saham, dari sebelumnya Rp7,83/saham pada kuartal I-2024.
Terlepas dari tekanan jangka pendek, PANI tetap berkomitmen terhadap strategi jangka panjang yang adaptif dan berbasis inovasi.
Selama 2021– 2024, PANI telah mencatat pertumbuhan pre-sales dengan CAGR sebesar 51 persen, bahkan mencetak rekor Rp6 triliun pada 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit
-
Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik
-
Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor